Pembangunan Pelabuhan Pelni di Natuna Bermasalah

872
Pesona Indonesia
Pelabuhan Pelni di Serasan dan Pulau Subi, Natuna, bermasalah. Sebelum digunakan pelabuhan yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah sidah retak-retak. foto:aulia rahman/batampos
Pelabuhan Pelni di Serasan dan Pulau Subi, Natuna, bermasalah. Sebelum digunakan pelabuhan yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah sidah retak-retak. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Pembangunan pelabuhan Pelni oleh Kementerian Perhubungan di Natuna sebagai kabupaten perbatasan dinilai mubazir.

Pasalnya pembangunan pelabuhan yang dikerjakan bertahap sejak tiga tahun lalu diindikasi bermasalah. Salah satunya pelabuhan Pelni di Kecamatan Serasan.

Di kecamatan ini konstruksi pelabuhan pelni yang dibangun sudah retak-retak. Bahkan menurut informasinya, pemerintah menolak menerima hasil pekerjaanya perusahaan selama tiga tahun tersebut, padahal sudah menghabiskan anggaran puluhan miliar.

Hendri, warga Serasan mengaku, konstruksi bangunan sudah hampir selesai. Bahkan bulan depan direncanakan akan diresmikan. Namun dengan kondisi konstruksi yang bermasalah, peresmian tertunda.

Hendri merupakan pekerja pembangunan pelabuhan Pelni di Serasan. Bahkan gajinya tidak dibayarkan bersama pekerja lainnya.

“Kemarin itu ada pejabat kementerian datang, tapi kayaknya mereka menolak hasil kerja perusahaan. Karena diduga tidak sesuai spek,” ujar Hendri,” Rabu (24/5)

Hal senada juga diakui Charman, warga Serasan. Konstruksi pelabuhan sudah retak dan hampir putus, sebelum difungsikan untuk sandar kapal Pelni.

“Pelabuhannya sudah hampir putus, kan pekerjaannya tiga tahap, setiap sambungan retak. Memang menurut pemerintah tidak sesuai spek,” ujar Charman.

Kondisi serupa juga terjadi pada pembangunan pelabuhan Pelni di Kecamatan Subi. Bahkan proyek puluhan miliar sudah ditelisik Kejati Kepri.

Anggota DPRD Natuna Jarmin Sidik membenarkan, pembangunan pelabuhan Pelni di Kecamatan Subi juga bermasalah, dan sudah ditinjau Kejati Kepri langsung dilapangan.

Menurut Jarmin, seharusnya pembangunan pemerintah pusat untuk daerah tidak menjadi pekerjaan setengah-setengah seperti sekarang. Bahkan pelabuhan pelni di Pulau Laut tidak kunjung selesai.

“Kalau di Serasan kami belum mengeceknya, tapi pembangunan pelabuhan di Subi memang bermasalah,” ujar Jarmain.

Kepala Dinas perhubungan Natuna Wan Siswandi belum memberikan penjelasan terkait kondisi pembangunan pelabuhan pelni yang bermasalah. Ia tidak menjawab telepon dan SMS.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar