Presiden Jokowi Teken Perppu Kebiri dan Hukuman Mati Pelaku Kejahatan Seksual terhadap Anak

1478
Pesona Indonesia
 Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers terkait Perppu perlindungan anak di Istana Negara, Rabu (25/5/2016). Foto: dok JPNN.com/JawaPos.com

Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers terkait Perppu perlindungan anak di Istana Negara, Rabu (25/5/2016). Foto: dok JPNN.com/JawaPos.com

batampos.co.id – Pelaku kejahatan seksual terhadap anak, siap-siaplah menghadapi hukuman kebiri dan atau hukuman mati.

Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam Perppu ini diatur pemberatan pidana untuk para pelaku kekerasan seksual pada anak. Pemberatan itu berupa ditambah sepertiga dari ancaman pidana, dipidana mati, seumur hidup, dan pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun.

Pidana tambahan yaitu pengumuman identitas pelaku, tindakan berupa kebiri kimia, dan pemasangan alat deteksi elektronik.

“Penambahan pasal-pasal itu akan memberi ruang bagi hakim untuk memutuskan hukuman seberat-beratnya bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak,” ujar Jokowi, Rabu (25/5/2016).

Perppu tersebut diteken untuk mengatasi maraknya kejahatan seksual terhadap anak-anak.

“Kejahatan seksual terhadap anak, telah saya nyatakan sebagai kejahatan luar biasa. Karena kejahatan ini mengancam dan membahayakan jiwa anak. Kejahatan luar biasa butuh penanganan yang luar biasa pula,” tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, pidana tambahan dan tindakan lain bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak dan pencabulan diberikan dengan syarat-syarat tertentu. Dia tidak memerincinya.

Jokowi berharap dengan hadirnya Perppu ini, bisa menimbulkan efek jera bagi pelaku. Termasuk untuk menekan angka kejahatan seksual terhadap anak yang  marak terjadi. Perppu ini baru bisa berlaku jika sudah disetujui DPR. (flo/jpnn/fab/JPG/nur)

Respon Anda?

komentar