Presiden Taiwan Berani karena Masih Melajang

551
Pesona Indonesia
Tsai Ing-wen, Presiden Taiwan.  Foto: Damir Sagolj/reuters
Tsai Ing-wen, Presiden Taiwan. Foto: Damir Sagolj/reuters

batampos.co.id -Cantik dan jadi orang nomor satu di Taiwan bisa jadi makin membuat laki-laki segan mendekati Tsai Ing-wen, Presiden Taiwan yang resmi menggantikan Ma Ying-jeou 20 Mei lalu.

Wanita pertama memimpin Taiwan bahkan menuai kritikan dari sejumlah pihak, terutama Tiongkok.

Sikap tidak menurutnya Tsai Ing-Wen dinilai Tiongkok tak terlepas dari statusnya yang masih lajang.

Kantor berita Xinhua, Rabu (25/5/2015) memuat opini yang menyebut Tsai sebagai ekstremis. Si penulis opini, Wang Weixing, berpendapat demikian hanya karena presiden baru Taiwan itu berstatus lajang alias belum menikah.

’’Tsai Ing-wen tidak punya beban layaknya seseorang yang telah berkeluarga. Maka, strategi dan gaya kepemimpinannya akan lebih emosional, pribadi, dan ekstrem,’’ paparnya.

Begitu opini tersebut tersebar luas lewat dunia maya, publik pun bereaksi. Bukan hanya publik Negeri Panda atau Taiwan, tetapi juga netizen dari seluruh penjuru dunia. Tsai yang vokal dan tidak pernah menutup-nutupi status lajangnya itu punya banyak pendukung di dunia maya. Bahkan, sebagian besar pendukungnya adalah warga Tiongkok. Rata-rata mereka menanggapi miring opini Wang tersebut.

Sebenarnya, Xinhua sudah menghapus opini kontroversial itu dari situs resminya. Namun, opini tersebut tetap masih bisa ditemukan lewat mesin pencari atau situs microbloging Sina Weibo. Ribuan netizen Tiongkok mengecam tulisan mantan petinggi militer Tiongkok itu. Mereka menganggap Wang diskriminatif.

’’Ini komentar paling bodoh sekaligus paling kasar yang pernah saya temukan,’’ jelas seorang netizen di Kota Beijing.

Jika Beijing sebegitu ’’perhatian’’ terhadap Tsai, itu lebih karena takut. Bukan karena sayang. Sebab, sejak awal menjabat, perempuan berkacamata tersebut mengesampingkan Beijing.

Pada Senin (23/5/2016) dia membatalkan gugatan hukum terhadap 126 demonstran antipemerintah yang menyerbu kantor kabinet pada 2014. Saat itu mereka memprotes rancangan kesepakatan dagang Taiwan dengan Tiongkok.

Mengawali pemerintahannya, Tsai pun mengumumkan bahwa pemerintahannya tidak akan buru-buru melanjutkan pembahasan kerja sama dagang dengan Tiongkok. Bahkan, dia tidak tertarik untuk mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok. (bbc/reuters/afp/hep/c15/any/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar