Serang Kapal BC, Puluhan Warga Tanjungbalai Asahan Ditahan

1012
Pesona Indonesia
Kabid P2 Kanwil Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun, Raden Evi menunjukkan puluhan pelaku penyerangan dan peralatan yang disita berupa obor bambu siap bakar dan senjata tajam. foto:sandi/batampos
Kabid P2 Kanwil Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun, Raden Evi menunjukkan puluhan pelaku penyerangan dan peralatan yang disita berupa obor bambu siap bakar dan senjata tajam. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Aparat Kanwil Khusus DJBC Kepri akhirnya menangkap dan menahan puluhan warga asal Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, karena melakukan penyerangan pada saat kapal patroli BC 6003 yang akan melakukan penangkapan terhadap kapal tanpa nama. Kapal itu bermuatan 700 ballpres atau pakaian bekas dari Malaysia yang akan diselundupkan ke Tanjungbalai Asahan.

”Pada saat kapal patroli kita, BC 6003 sedang berpatroli dan kemudian melakukan pengejaran terhadap kapal tanpa nama di Perairan Tanjung Siapi-api pada Senin (23/5) dini hari yang membawa muatan balpres, tiba-tiba di atas kapal sudah ramai warga. Artinya, di atas kapal tersebut tidak hanya ada kru kapal, melainkan sudah bercampur dengan warga dari darat yang naik menggunakan speed boat untuk melakukan pengawalan,” ujar Kabid P2 Kanwil Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun, Raden Evi, Rabu (25/5).

Sehingga, katanya, pada saat kapal akan mendekat atau merapat ke kapal yang membawa barang selundupan, mendapatkan perlawanan dari warga masyarakat dengan menggunakan bom api dan juga senjata tajam lainnya. Namun, petugas di kapal patroli terus berusaha untuk mengamankan kapal bersama dengan muatan serta orang yang ada di dalam kapal tersebut. Akhirnya, petugas BC menggunakan water canon untuk memadamkan api yang akan dilemparkan ke kapal patroli.

”Kapal patroli kita sudah diserang dan dilempari oleh warga yang ada di atas kapal. Tapi, akhirnya petugas yang ada di kapal patroli berhasil melumpuhkan pelaku yang jumlahnya setelah diamankan sebanyak 23 orang. Semuanya berasal dari Tanjungbalai Asahan. Kemudian, juga mengamankan kru kapal yang jumlahnya 9 orang. Jadi total ada 32 orang di atas kapal yang membawa muatan ballpres dengan nilai diperkirakan Rp 2,1 miliar tersebut,” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini semua pelaku penyerangan sudah ditahan bersama barang bukti senjata tajam dan obor api siap pakai di Tanjungbalai Karimun. Semua pelaku penyerangan masih dalam pemeriksaan. Dan, tidak menutup kemungkinan perkara penyerangan ini akan melibatkan instansi samping. Yang jelas, apa yang dilakukan oleh puluhan pelaku penyerangan merupakan suatu pelanggaran, karena menghalang-halangi aparat yang menjalankan tugas negara.

Hendrik, salah seorang pelaku penyerangan mengaku dia diminta untuk mencari orang untuk naik ke atas kapal yang membawa muatan balpres oleh Umar. ”Rencananya, jika berhasil kapal sampai di Tanjungbalai Asahan, maka akan diberikan upah sebesar Rp100 ribu. Hanya saja, upah tersebut belum dibayar. Dan, saya juga berani bersumpah jika barang-barang yang disita petugas BC seperti obor api dan senjata tajam bukan kami yang bawa,” ungkapnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar