Tersedak Pisang Saat Disuapi Ibunya, Bayi Berusia 46 Hari Tewas

877
Pesona Indonesia
(ilustrasi)
(ilustrasi)

batampos.co.id – Mungkin peristiwa tragis ini bisa dijadikan pelajaran bagi orang tua lain. Pasangan suami istri Adek Suliyono dan Siti Nur Fadillah kini merasakan penyesalan sekaligus kesedihan mendalam.

Pasalnya, putra kedua mereka, Zahir Putra Adela, yang usianya belum genap dua bulan, meninggal dunia Selasa (24/5). Ironisnya, si kecil meninggal lantaran tersedak pisang yang disuapkan oleh ibunya sendiri.

Dikunjungi di rumah duka di Jalan Keputih Tegal Timur Baru II No 67 kemarin petang, kesedihan masih dirasakan pihak keluarga.

Adek terlihat duduk di teras depan rumahnya sambil dihibur paman dan tetangganya. Mereka bercengkerama sambil mengisap rokok.

Saat diminta menceritakan kejadian itu, pamannya yang lebih banyak berbicara.

”Ya, ini memang musibah. Kami masih berduka,” katanya.

Tidak lama berselang, Adek mulai bisa berbicara. Pelan-pelan, dia menjelaskan penyebab meninggalnya sang buah hati. Dia mengakui, sebelum meninggal, anaknya sedang disuapi pisang oleh ibunya.

Selasa sekitar pukul 09.00, Zahir dipangku Siti di dalam rumahnya. Siti lantas menyuapi Zahir dengan pisang. Pisang itu digerus dengan menggunakan tangan sampai benar-benar halus.

Lalu, pelan-pelan dimasukkan ke mulut Zahir. ”Memang sebelum ini juga sering disuapi pisang,” jelas Adek, terbata-bata.

Selama disuapi ibunya, Zahir terus terdiam. Tidak ada tangisan sama sekali. Menurut Adek, anaknya itu memang menunjukkan tanda-tanda tidak seperti biasanya.

Sejak Senin malam, Zahir sama sekali tidak menangis ataupun tertawa. Suhu tubuhnya juga normal. Nah, lantaran terdiam, Siti terus menyuapi anaknya tersebut.

Tidak ada yang bisa mengingat sampai berapa kali Zahir disuapi. Hingga akhirnya, mendadak Zahir tersedak. Wajahnya memerah seperti sulit bernapas. Melihat kondisi anaknya, Siti langsung memanggil suaminya.

Tindakan cepat pun diambil oleh Adek. Dia melarikan Zahir ke Puskesmas Keputih. Sayang, usaha itu tidak mampu menyelamatkan nyawa anaknya. Adek akhirnya membawa pulang buah hatinya itu dalam kondisi meninggal.

Zahir dimakamkan di kompleks makam Keputih sekitar pukul 13.00. Meski sudah dimakamkan, Adek maupun Siti masih tidak percaya bahwa mereka tidak bisa lagi melihat tawa Zahir.

Siti masih tampak sangat terpukul. Air matanya menetes deras saat menemui Jawa Pos. Adek terlihat lebih tenang. Namun, dia terpaksa menunda rencana kepergiannya ke luar pulau.

”Sebenarnya saya itu sudah pamit ke dia (Zahir) kalau mau ke Kupang. Dia diam nggak ketawa. Mungkin sudah firasat,” tutur pria 25 tahun itu

Mengapa Siti memberikan pisang kepada anaknya yang masih bayi? Menurut Adek, hal itu sudah lumrah dan menjadi tradisi turun-temurun.

Keluarga besarnya memiliki keyakinan bahwa anak yang sudah selapanan (berusia 35 hari) bisa mencerna pisang yang digerus halus.

Sementara itu, kepolisian sudah mendengar informasi meninggalnya Zahir. Polisi memastikan bahwa hal tersebut murni musibah.

”Mereka tidak melapor kepada kami,” tegas Kanitreskrim Polsek Sukolilo, AKP Simun. (PS)

Respon Anda?

komentar