Ini Alasan Danang Bunuh Janda Beranak Dua di Tembesi

2466
Pesona Indonesia
Tim medis RSUD Embung Fatimah mengobati luka tembak di kaki Danang karena saat ditangkap kata polisi Danang hendak melarikan diri. Foto:  ddt/posmetro/RPG
Tim medis RSUD Embung Fatimah mengobati luka tembak di kaki Danang karena saat ditangkap kata polisi Danang hendak melarikan diri. Foto: ddt/posmetro/RPG

batampos.co.id – Danang (28), tersangka pembunuhan Pembunuh Sri Rahayu (42), janda beranak dua yang ditemukan tewas di kontrakannya di Tembesi Lestari RT03/RW13, tepatnya di belakang Mall Top 100, Sagulung, Kamis (26/5/2016) mengaku nekat membunuh Sri karena sakit hati.

“Saya pinjam uang 3 juta, saya janji sebulan saya kembalikan. Setelah sebulan nagih terus, tak enak juga ditagih terus,” ujar Danang.

Baca Juga: Pembunuh Janda Beranak Dua Ditembak

Bosan terus ditangih hutang uang yang ia pinjam dari bosnya itu, Danang akhirnya memilih membunuh Sri di rumah kontrakan Sri dengan menghantamkan benda tumpul di kepala Sri saat berada di dapur rumahnya.

Sri pun langsung roboh dan meninggal di tempak. Ada luka memar dan robek di bagian kepala belakang.

Sri baru ditemukan empat hari kemudian, tepatnya pada Kamis (26/5/2016) karena pemilik rumah curiga empat hari Sri tak muncul.

Saat mendatangi rumah Sri, tercium bau bangkai dari dalam rumah. Setelah pintu rumah didobrak warga, warga menemukan Sri dalam kondisi tak bernyawa dan sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Baca Juga: Janda Dua Anak Ditemukan Tewas di Tembesi

Polisi dari Polsek Sagulung kemudian menyelidiki kasus ini dan mengetahui kalau orang dekat Sri adalah Danang. Danang adalah karyawan Sri. Sri jualan kue di lapak Top 100 Tembesi.

Danang berhasil diringkus Kamis (26/5/2016) malam di sekitar jembatan IV Barelang.

Danang dihadiahi tembakan di betis karena saat akan ditangkap polisi menyebut Danang hendak melarikan diri.

Kapolsek Sagulung, AKP Chrisman Panjaitan membenarkan Danang telah ditangkap. “Iya, benar, sudah ditangkap,” ujarnya, Jumat (27/5/2016). (eggi)

Respon Anda?

komentar