Anambas Kembali Mendapat Bantuan Guru

993
Pesona Indonesia
Seorang guru sedang mengajar murid SD. foto:dok
Seorang guru sedang mengajar murid SD. foto:dok

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bakalan mendapatkan bantuan guru dari Kementerian Pendidikan sebanyak 40 orang. Guru-guru tersebut nantinya bisa berfungsi untuk menutupi kekurangan guru di tingkat SD dan SMP yang selama ini terjadi di Anambas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas Herianto, mengatakan kepala daerah telah menandatangani MoU dengan pihak Kementerian Pendidikan RI terkait penempatan guru bantu tersebut.

“Alhamdulillah bulan september mendatang dijadwalkan guru-guru tersebut akan ditempatkan di Anambas,” ungkap Herianto beberapa waktu lalu.

Guru-guru tersebut akan ditempatkan di 6 SMP, selebihnya ditempatkan di sejumlah SD yang ada di Anambas. Saat ini Kementrian sedang melaksanakan perekrutan guru-guru tersebut, bahkan hingga saat ini sudah ada 7.000 guru yang mendaftar. Menurut Herianto maksimal pendaftaran tersebut 9.000 orang guru dan yang diterima berjumlah 7.000 orang yang akan ditempat di 93 kabupaten/kota di Indonesia.

“Saat ini sedang dalam proses penerimaan, guru tersebut nanti statusnya sebagai pegawai negeri Sipil (PNS)” jelasnya.

Lebih jauh Herianto mengungkapkan, banyak pendaftar guru garis depan ini dari Sarjana Mendidik daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM3T). Adapun jumlah guru yang berstatus PNS saat ini di Anambas mencapai 545 orang, serta 154 orang merupakan tata usaha yang ada di sekolah-sekolah.

Disdik pun sudah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kekurangan guru di Anambas ini. “Saat ini guru SMU dan TU juga berkurang akibat guru SMU/SMK yang di tarik ke provinsi namun tetap bertugas di Anambas,” jelasnya.

Herianto mengungkapkan dengan penambahan guru tersebut dapat menutupi kekurangan tenaga pengajar. “Kita memang kekurangan guru. Bantuan guru dari pusat ini dapat menutupi kekurangan guru yang terjadi saat ini,” bebernya.

Beberapa tahun terakhir ini Kabupaten Kepulauan Anambas selalu mendapatkan bantuan guru setiap tahunnya namun jumlahnya sudah menurun. Pada tahun 2013 lalu jumlahnya mencapai seratus lebih guru. Namun pada tahun 2015 lalu hanya sebanyak 65 orang guru muda SM3T yang disebar ke 7 kecamatan. Sementara tahun 2016 ini turun lagi menjadi sekitar 40 guru saja.

Selain mengajar, para guru muda tersebut juga ditugaskan untuk bersosialisasi dengan masyarakat juga dapat mengenalkan budaya yang berasal dari daerahnya masing-masing kepada anak-anak di Anambas.

“Mereka saat ini menjadi harapan kami untuk meningkat Sumber Daya Manusia di Anambas,” tutupnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar