Banyak Anak Jadi Korban, KPAD Kepri Dukung Hukuman Kebiri Bagi Penjahat Seksual

506
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kepri mendukung penerapan hukuman kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Tapi walau begitu, KPAD mengingatkan bahwa yang paling penting adalah memutuskan mata rantai dari tindakan tersebut. Dari data yang dikumpulkan oleh KPAD Kepri, sebanyak 15 orang anak menjadi korban dari kejahatan seksual di Kepri.

“Dengan kebiri ini, dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan seksual terhadap anak,” kata Komisioner KPAD Kepri, M Syaltut pada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kemarin (26/5).

Sementara itu Kepala KPAD Kepri Muhammad Faizal menjelaskan, dari Perpu hukuman kebiri tersebut. Disebutkan bahwa, pelaku akan dikebiri bila telah menjalani hukuman pokok. “Jadi tak serta merta langsung, ada proses dan tahapannya. Inilah yang perlu dipahami,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan sebanyak 15 orang anak yang menjadi korban kejahatan seksual dari awal tahun hingga Maret, kebanyakan terjadi di Tanjungpinang. Dimana terdapat sebanyak enam kasus, dengan korban sembilan orang. “Dua orang laki-laki dan tujuh orang perempuan,” ujarnya.

Bintan termasuk daerah yang cukup rawan juga, tercatat sebanyak empat orang anak yang menjadi korban predator seks. Dan korbannya semuanya perempuan. Diurutan ketiga adalah Batam, terdapat dua kasus dengan korban dua anak perempuan.

“Untuk lingga,Karimun, Natuna dan Anambas tak ada korban kejahatan seksual yang kami temukan,” ungkapnya. Ia berharap dengan keluarnya Perpu tersebut, baik penyidik kepolisian dan kejaksaan. Harus merujuk Pepru ini sebagai dasar hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual.

“Untuk proses pendampingan tak akan berubah, kami akan tetap seperti biasa. Korban-korban akan kami berikan trauma healing,” ucapnya.

Bagaimana bila pelaku kejahatan seksual masih dibawah umur? Faizal menjawab pihaknya juga berusaha untuk tetap pada posisi netral. Dimana pelakunya akan mendapat pendampingan, dan untuk proses hukuman. Pihaknya mendorong aparat untuk mengkedepankan proses diversi. Sehingga anak ini tak perlu mendekam di penjara, dan mendapatkan proses rehabilitasi.

“Penindakan berupa penjara atau hukuman berat lainnya adalah upaya terakhir yang ditempuh untuk pelaku kejahatan seksual dibawah umur,” pungkasnya. (ska)

Baca juga:

DPRD Batam Dukung Hukum Kebiri Bagi Penjahat Seksual

Komnas HAM Tolak Hukuman Kebiri

Begini Teknis Hukuman Kebiri Kimia Bagi Penjahat Kelamin

Berlaku Mulai 25 Mei 2016, Perppu Kebiri dan Hukuman Mati hanya untuk Pelaku Dewasa

Kategori Penjahat Kelamin yang Bisa Dikebiri

Presiden Jokowi Teken Perppu Kebiri dan Hukuman Mati Pelaku Kejahatan Seksual terhadap Anak

Respon Anda?

komentar