Cegah Kebocoran, Gubernur BI Minta Penyaluran Dana Desa Dievaluasi

423
Pesona Indonesia
Gubernur BI Agus Martowardoyo. Sumber Foto: http://mysharing.co
Gubernur BI Agus Martowardoyo. Sumber Foto: http://mysharing.co

batampos.co.id – Bantuan yang diterima masing-masing desa dalam dua tahun terakhir terus meningkat.

Bantuan tersebut memang dinilai mampu meningkatkan aktivitas perekenomian, namun potensi kebocorannya juga tinggi, apalagi penyalurannya dalam bentuk tunai.

Nah, mencegah kebocoran terulang, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengusulkan pencairan dievaluasi.

Terlebih kata Agus, seluruh desa yang diperkirakan jumlahnya mencapai 74.754 desa di seluruh Indonesia, menerima pencairan dana masing-masing Rp 1,2 miliar.

Baik itu yang berasal dari dana desa, Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Daerah dan beberapa sumber lainnya.

“Jadi ini memang cukup memiliki banyak tantangan. Karena desa dengan lokasi di daerah terpencil dan pulau terluar membutuhkan waktu dan biaya yang besar (untuk menerima pencairan dana tersebut,red),” ujar Agus di Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Menurut Agus, penyaluran bantuan secara elektronik atau non tunai bagi desa-desa, akan mengurangi risiko kebocoran dan mengurangi perilaku konsumtif masyarakat.

Selain itu, melalui elektronifikasi, dokumen-dokumen keuangan akan bisa diaudit dengan mudah.

“Tunai itu rawan kebocoran, nanti yang diterima tidak sesuai dengan jumlah sebenarnya. Kemudian tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. Kalau elektronik, dokumen setiap waktu bisa diaudit,” tandas Agus. (gir/jpnn)

Respon Anda?

komentar