Ditantang Sales Promotion Girl Rokok, Dispenda Tertibkan Reklame Tanpa Izin

498
Pesona Indonesia
Petugas Satpol PP menertibkan reklame tanpa izin di sejumlah toko di Ranai, Kamis (26/5). foto:aulia rahman/batampos
Petugas Satpol PP menertibkan reklame tanpa izin di sejumlah toko di Ranai, Kamis (26/5). foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Dispenda Kabupaten Natuna, menertibkan sejumlah reklame produk komersil tanpa izin yang dipasang disejumlah toko di Ranai, Kamis (26/5).

Penertiban reklame melibatkan personel Satpol PP, lantaran pegawai lapangan dispenda ditantang sales promotion girl (SPG) rokok tidak membayar pajak reklame.

Kepala Bidang Pendapatan Dispenda Pemkab Natuna Hasmuri mengatakan, penertiban reklame produk produk rokok dipercepat, karena sebelumnya sudah diingatkan, namun malah menantang petugas di lapangan.

“Khusus reklame rokok ini kami dahului ditertibkan, kami ditantang, sejauh mana pemdanya berani menertibkan reklame rokok mereka,” ungkap Hasmuri.

Dikatakan Hasmuri, penertiban reklame produk rokok mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 tahun 2009 dan diperjelas dalam Perda nomor 5 tahun 2015 atas perubahan Perda nomor 1 tahun 2011 tentang pajak daerah.

Dijelaskan Hasmuri, dalam Perda nomor 5 tahun 2015 menyatakan setiap produk bernilai komersil yang diiklankan melalui media reklame baik sepanduk, wajib diproses izin Dispenda.

“Produk bernilai komersil yang dipasang reklame itu wajib kena pajak daerah. Sekarang masih banyak akan ditertibkan lagi setelah reklame rokok,” ujar Hasmuri.

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Natuna sepertinya baru melakukan tindakan tegas terhadap maraknya reklame produk komersil tanpa izin di Ranai.

Sebelumnya banyak reklame produk komersil berbentuk spanduk bebas dipasang dan tidak dihiraukan dibanyak toko toko, salah satunya produk rokok, itu pun setelah ditantang SPG.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar