Harga Buku Makin Mahal, Kemendikbud akan Tetapkan HET

866
Pesona Indonesia
Sekolah negeri memang banyak yang gratis, tapi harga buku pelajaran makin mahal membuat orangtua pusing. Apalagi orangtua yang anaknya sekolah di swasta. Foto: jawapos.com
Sekolah negeri memang banyak yang gratis, tapi harga buku pelajaran makin mahal membuat orangtua pusing. Apalagi orangtua yang anaknya sekolah di swasta. Foto: jawapos.com

batampos.co.id – Persoalan terbesar yang dihadapi orangtua siswa se-Indonesia saat tahun ajaran baru adalah mahalnya harga buku pelajaran.

Ironisnya, rata-rata sekolah menggandeng penerbit tertntu yang harganya dipatok sesuai dengan keinginan penerbit. Pihak sekolah juga diduga mendapatkan fee dari penerbit jika menggunakan buku terbitan mereka. Fee itu tentu dimasukkan sebagai salah satu komponen biaya produksi sehingga harga buku makin mahal.

Nah, keluhan itu akhirnya direspon oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kemendikbud berjanji akan segera menetapkan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) buku pelajaran.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Tjipto Sumadi mengatakan, pihaknya hanya menyusun konten atau isi buku pelajaran.

Urusan penetapan harga buku nanti ditangani Sekjen Kemendikbud serta Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud. ’’Untuk kontennya sudah selesai,’’ katanya Rabu (25/5/2016).

Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi menuturkan belum memegang daftar HET buku pelajaran yang bakal diedarkan pada pelajaran 2016–2017.

“Kalau naik dari HET yang ditetapkan Kemendikbud sejak enam tahun lalu, menurut saya wajar-wajar saja,’’ jelasnya.

Mantan direktur pembinaan SMP Kemendikbud itu menjelaskan, HET akan segera ditetapkan. Dalam penetapan HET itu, Kemendikbud tetap melibatkan pihak penerbit atau percetakan yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

HET buku-buku pelajaran Kurikulum 2013 (K-13) sejatinya baru berusia tiga tahun. HET buku-buku K-13 ditetapkan di era Mendikbud Mohammad Nuh.

Rata-rata harga buku di bawah Rp 20.000 per judul. Buku dengan tebal 300-an halaman biasanya di pasaran dipatok Rp 50 ribuan, tapi di HET Kemendikbud hanya sekitar Rp 20 ribu. (dio/JPG)

Respon Anda?

komentar