Kampung Tua Dapur 12 Jadi Kampung KB Batam

938
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Staf ahli bidang Ekonomi Pembangunan dan Investasi Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Ibnu Maja atas nama Wali Kota Batam mencanangkan Kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat kota Batam di Kampung Tua Dapur 12 kelurahan Sungai Pelunggut, kecamatan Sagulung, Batam, Kamis (26/5).

Pencanangan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Pusat, Abidinsyah Siregar didampingi staf ahli bidang Ekonomi Pembangunan dan Investasi Pemko Batam Gintoyono Batong, Kepala BKKBN Provinsi Kepri Suryono, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) kota Batam Nurmadiah, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Kejaksaan, Kepolisian, Kodim dan Lanal).

Sebelum membacakan sambutan Wali Kota Batam, Ibnu Maja menerima prasasti berisi pesan yang ditulis langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat pencanangan Kampung KB tingkat nasional. Bunyi pesannya

“Keluarga yang sehat dan sejahtera harus direncanakan. Batasi jumlah anak, dua anak cukup.” Selain prasasti, Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Pusat juga menyerahkan perangko kampung KB.

Dalam sambutan Wali Kota Batam yang di bacakannya, Ibnu Maja mengatakan kampung KB merupakan salah satu program Presiden dalam mensukseskan agenda prioritas pembangunan (Nawa Cita).

Pada agenda prioritas nomor 3 (tiga) yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan melalui program Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Di Batam lanjutnya, angka kemiskinan masih tinggi, khususnya di Kelurahan Seipelunggut Kecamatan Sagulung. “Saya berharap kampung KB ini dapat dibentuk di setiap kecamatan, sehingga satu kelurahan memiliki satu kampung KB, karena kampung KB merupakan salah satu program revolusi mental berbasis keluarga untuk membangun karakter bangsa Indonesia pada umumnya dan kota Batam pada khususnya,” sebut Ibnu Maja.

Ketua panitia kegiatan, Nurmadiah dalam laporannya mengatakan, kelurahan Seipelunggut memenuhi prasyarat dalam pencanangan kampung KB, yaitu tersedianya data kependudukan yang akurat, dukungan dan komitmen pemerintah daerah dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil pendapatan keluarga tahun 2015 jumlah keluarga pra sejahtera di Sei Pelunggut sebanyak 232 keluarga, anak usia sekolah yang tidak sekolah sebanyak 451 orang, jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang tidak ber-KB sebanyak 2.301 atau 57,64 persen dari jumlah PUS sebesar 3.992, jumlah balita 1.930, remaja 1.539, dan lansia 187.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Republik Indonesia mengimbau kepada masyarakat agar bisa mendukung program Pemerintah, yang mana Presiden mengamanatkan kepada BKKBN untuk mencari Kabupaten/Kota untuk didirikan kampung KB, dimana kota tersebut memiliki titik terendah, di antaranya jumlah pencapaian KB terendah, jumlah PUS paling tinggi di antara rata-rata sedangkan jumlah PUS yang ber-KB paling rendah. Daerah inilah yang menjadi target agar lebih berkembang.

“Seluruh sektor harus terlibat di kampung KB ini. Bukan hanya tentang KB saja, makanya bapak Presiden membentuk kampung KB bukan kampung-kampung yang lain, karena dalam kampung KB ini mencakup keseluruhan dalam program pembangunan dan untuk mengentaskan kemiskinan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen dari 21 SKPD terkait di lingkungan Pemko Batam untuk memajukan kampung KB. Usai pencanangan dilanjutkan dengan peninjauan stang gelanggang dagang. (she)

Respon Anda?

komentar