Pelajar SMA Ini Gantung Diri Pakai Dasi

575
Pesona Indonesia
Foto ilustrasi.dok.JPNN
Foto ilustrasi.dok.JPNN

batampos.co.id – Warga RT4/6 Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Bogor, Jawa Barat, digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan AZP, pelajar SMA Pembangunan I, Bogor, Rabu (25/5/2016).

Sang pelajar berusia 16 tahun ini melepaskan nyawanya dengan menggantung diri menggunakan dasi.

Menurut saksi di lapangan, korban pulang sekolah sekitar pukul 13:00 langsung masuk ke dalam rumah. Kondisi rumah saat itu kosong, kedua kakak dan ibu korban sedang bekerja.

Saat ibu dan kakak korban tiba di rumah sehabis magrib ditemukan pintu rumah terkunci, sehingga mereka masuk lewat jendela.

Ruangan saat itu gelap, lalu saat dinyalakan lampu, terlihat korban masih dalam kondisi menggantung.

Segera kakak dan ibu korban membuka dasi yang dijadikan sebagai alat gantung diri dan menurunkan ke lantai dengan harapan masih hidup.

Keluarga langsung memanggil pihak RT dan ternyata kondisi korban sudah tidak tertolong.

“Kami mendapat informasi saat itu korban dirumah hanya seorang diri,” ujar Ketua RW06 Kelurahan Kalimulya, Nahwardi.

Nahwardi menambahkan, korban dan keluarganya merupakan pindahan dari Citayam. Baru tinggal di Kalimulya sekitar setengah tahun dan belum mengurus kepindahan.

Namun tidak ada sebab yang diketahui karena apa sampai gantung diri seperti ini. Korban merupakan siswa kelas VII SMA Pembangunan I, Bogor.

“Mereka baru pindah kesini setengah tahunan, sekolah di Bogor,” jelasnya.

Kapolsek Sukmajaya, AKP Supriyadi mengatakan, sampai saat ini tidak ada tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga tidak menginginkan adanya visum. Sehingga langsung mengurus pemakaman.

“Kami tidak melihat tanda kekerasan, keluarga tidak mau visum,” tutup Supriyadi.

Menurut Supriyadi, belum diketahui pasti motif korban nekat gantung diri. Namun berdasarkan keterangan keluarga, AZP kerap murung.  Sebab, ponsel pintar (smartphone) miliknya rusak sepekan lalu dan tidak juga diperbaiki walaupun ia sudah memintanya kepada keluarga.

“Diduga motifnya karena HP androidnya rusak dan tak juga diperbaiki. Namun kami masih dalami penyebab pastinya,” kata Supriyadi. (ind/han/dil/jpnn)

Respon Anda?

komentar