Ini Program Pemerintah untuk Menggenjot Industri Perfilman Nasional

682
Pesona Indonesia

042733_234986_indonesian_cinema2014

batampos.co.id – Geliat industri perfilman nasional mempunyai potensi bisnis yang sangat besar. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, mengungkapkan saat ini pemerintah memiliki tiga program utama untuk menggenjot pertumbuhan sektor perfilman.

Pertama adalah meningkatkan distribusi Cinema diseluruh Indonesia yang ditandai dengan target Badan Ekonomi Kreatif untuk menambah jumlah cinema 5.000 per tahunnya.

Kedua, meningkatan kualitas sumber daya manusia di industri film nasional. Korea Selatan memiliki 300 sekolah film dan masuk di kurikulum pendidikan, sementara di Indonesia hanya ada 5 sekolah dengan fakultas film.

Terakhir, membuka akses untuk pembiayaan dan teknologi. Sektor film tergolong industri padat modal, sehingga banyak teknologi yang banyak dan membutuhkan modal besar yang belum dimanfaatkan oleh produsen film di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga terus berupanya untuk menarik para investor asing agar menanamkan modalnya di Indonesia.

“Dengan pengesahan Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang daftar bidang usaha tertutup dan bidang usaha penanaman modal yang terbuka dengan persyaratan, ini lebih terbuka untuk asing berbisnis di sektor perfilman,” ujar Franky dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (26/5). (PS)

Respon Anda?

komentar