Rokok Tanpa Cukai Beredar Bebas di Lingga

1170
Pesona Indonesia
Rokok tanpa cukai yang beredar bebas di Lingga. foto:wijaya satria/batampos
Rokok tanpa cukai yang beredar bebas di Lingga. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kabupaten Lingga menjadi kawasan subur bagi penyelundup rokok rembesan dari kawasan bebas (FTZ) seperti dari Batam dan sebagainya. Bahkan baru-baru ini rokok polos alias tanpa pita cukai dan tanpa tulisan “hanya beredar di kawasan bebas” juga beredar bebas.

Rokok polos tersebut diduga langsung beredar setelah melalui proses dari pabrik, sehingga tidak memiliki tulisan “hanya beredar di kawasan bebas” dan tentunya tanpa pita cukai. Hal ini mengakibatkat kerugian negara yang sangat besar.

Salah satu merk rokok polos yang ditemukan Batam Pos (group batampos.co.od) di lapangan bertuliskan Vee pada kotaknya. Kemasan rokok tersebut berwarna hitam tanpa pita cukai dan tanpa tulisan “hanya beredar di kawasan bebas”. Dalam satu bungkusnya rokok tersebut berisi 20 batang.

Anehnya lagi, tidak seperti lazimnya rokok bermerk resmi, merk rokok polos itu tidak sama apa yang tertera di kotak dan di batangnya. Pada kemasannya bertuliskan Vee, namun merk yang tertulis di setiap batangnya adalah Touch Black sehingga rokok tersebut sangat rentan dengan pemalsuan.

Pada sisi lain di kotak rokok tersebut tertulis rokok produksi Demak. Seorang warga mengaku membeli rokok tersebut dengan harga Rp 7 ribu. Warga yang tak mau disebutkan namanya itu mengaku sering membeli rokok tanpa pita cukai di kedai di kawasan Kampung Baru.

“Banyak rokok tanpa cukai di kedai itu,” ujar warga tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Batam Pos, rokok tersebut masuk dari Jambi lalu masuk ke Dabo Singkep melalui kapal kayu. Sekali masuk ke Dabo SIngkep, rokok tersebut sebanyak enam dus. Tidak hanya rokok polos itu, bahkan rokok yang diduga palsu juga beredar di lapangan.

Salah satunya rokok merk Hero yang asalnya dari Medan namun diketahui yang ada di lapangan rokok tersebut berasal dari pulau Jawa seperti yang tertulis pada kemasan. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar