Rompak Kapal Asing, Tujuh Perompak Dihukum Penjara 4 dan 5 Tahun

564
Pesona Indonesia
Lima perompak Kapal MV Merlin saat diringkus. foto:dok
Lima perompak Kapal MV Merlin saat diringkus. foto:dok

batampos.co.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai Karimun, memvonis bersalah tujuh orang perompak kapal tanker asing di Selat Malaka dengan hukuman pidana penjara bervariasi, Rabu (25/5) sore. Sidang di PN Tanjungbalai Karimun itu dipimpin oleh Fathul Mujib didampingi dua orang hakim anggota masing-masing Antoni Trivolta dan Agus Soetrisno serta jaksa penuntut umum (JPU) Juan BW Manulang.

Empat terdakwa perompakan kapal tanker MV Merlin berbendera Marshall Island divonis 5 tahun pidana penjara. Mereka adalah Jamaludin malik, M Zakir, Caskadi dan Castaka. Kemudian, tiga terdakwa lainnya, yakni Wasna, Warman Saputra dan Bayu Anggara dijatuhi pidana penjara oleh majelis hakim selama 4 tahun penjara. Hal-hal yang memberatkan ketujuh terdakwa adalah perbuatan para terdakwa mengganggu keamanan jalur pelayaran lintas negara.

Hal yang meringankan dari para terdakwa adalah bersikap baik selama proses persidangan dan merupakan tulang punggung dari keluarga. Ketua majelis hakim menyebutkan, jika merasa keberatan dengan vonis yang telah diberikan, maka dapat melakukan upaya hukum banding. Batas waktu untuk para terdakwa menyatakan banding atas vonis tersebut adalah satu minggu.

Kuasa hukum tujuh terdakwa, Trio Wiramon secara terpisah mengatakan, memang kalau dilihat vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU, yakni selama 6 tahun pidana penjara. ”Atas vonis tersebut kita menyatakan pikir-pikir. Dan, pada prinsipnya kita sebagai kuasa hukum hanya menunggu tanggapan dari para klien kita. Jika memang akan melakukan banding, maka kita siap untuk mendampingi, lagi pula masih ada waktu untuk menyatakannya,” paparnya.

Sesuai berita di koran ini beberapa bulan lalu, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) TNI AL Komando Armada RI Kawasan Barat dan Lanal Tanjungbalai Karimun berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku perompakan kapal tanker yang sedang berlayar di perairan Selat Malaka. Penangkapan dilakukan di berbagai tempat. Hal ini disebabkan, otak dari pelaku merupakan warga di Pulau Jawa dan dibantu oleh beberapa orang warga Kepri. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar