Jelita Pelajar SMP, Demi Mode Ia Jual Diri

3250
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Jelita (bukan nama sebenarnya) baru berusia 15 tahun. Siswi salah satu SMP itu sudah tidak perawan.

”Awalnya sih memang menakutkan, karena di situ yang dikenalkan banyak yang sudah tua-tua. Tapi lama-lama sudah biasa saja,” ujar Jelita, warga Sampit, Kalimantan Tengah, pada Radar Sampit, Kamis (26/5).

Faktor ekonomi membuat dia terjerumus ke dunia hitam itu. Tuntutan mode tinggi namun kemampuan orangtua tak mengimbangi. Terjun ke bisnis ini menjadi salah satu opsi mudah.

”Bukan rahasia bahwa saingan pelajar itu sangat tinggi gengsinya. Kadang ada yang punya HP terbaru dan paling mahal,” katanya.

Jelita sebenarnya ingin pergi dari dunia itu. Raut wajahnya tampak serius kala mengatakannya.

”Karena ikut-ikutan hal itu saya jarang sekolah. Dari rumah pamit sekolah, kadang tidak sampai, saya seringnya nongkrong ke kos-kosan teman. Rasanya nggak semangat belajar,” pungkasnya.

Tarinya pun tak bisa dibilang murah.

”Bisa Rp 3 juta sampai Rp 5 juta bayarannya. Paling sebentar, satu sampai dua jam sama pelanggan di kamar. Kalau dia bilang sudah selesai, baru bisa pulang dan dibayar cash,” ujar Jelita.

Namun, tarif itu bisa terjun bebas pada hubungan kali kedua. Harganya tak lagi seperti awal. Bisa turun menjadi Rp 700 ribu sekali kencan. ”Tapi kalau anaknya belum pernah disentuh, nggak pernah turun dari angka Rp 4 juta,” bebernya. (ang/dwi/jpnn)

Respon Anda?

komentar