Maret 2016, Kunjungan Wisman 167.377 Jiwa

780
Pesona Indonesia
Wisatawan asing saat mengunjungi Tanjungpinang. foto: yusnadi/batampos
Wisatawan asing saat mengunjungi Tanjungpinang. foto: yusnadi/batampos

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Maret 2016 sebanyak 167.377 jiwa. Jumlah ini naik 1,20 persen dari bulan sebelumnya yang hanya mencatat total kunjungan 165.385 jiwa. Peningkatan ini juga sejalan bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan di bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

“Atau naik sebesar 1,72 persen dari tahun lalu,” sebut Kepala BPS Provinsi Kepri, Dumangar Hutahuruk, kemarin.

Kota Batam masih mendominasi sebagai pintu masuk wisman yang melancong ke Kepri. Sebanyak 74,88 persen atau 125.324 orang datang ke Indonesia melalui sejumlah pelabuhan internasional di Batam. “Kalau bicara turis yang datang, masih didominasi warga negara Singapura. Karena jarak mereka dengan Batam yang begitu dekat,” kata Dumangar.

Walau pun sebenarnya terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisman, nyatanya belum mampu mencukupi pemenuhan target kunjungan wisman ke Kepri pada tahun 2015 silam. Guna mendukung pemenuhan capaian jumlah kunjungan wisman skala nasional, Provinsi Kepri dipatok mampu mendulang kunjungan lebih dari dua juta jiwa.

Hanya saja, rekapitulasi akhir tahun 2015 tidak menyentuh itu. Sehingga, Panitia Khusus atas Laporan Kerja Pertanggungjawaban Pemprov Kepri tahun 2015 memberi catatan khusus kepada Dinas Pariwisata. “Kami meminta mereka untuk lebih menggenjot jumlah kunjungan wisman agar mampu memenuhi target,” ujar Ketua Pansus, Sirajudin Nur.

Bila tidak jua mampu memenuhi target yang dipatok, Sirajudin menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja Dinas Pariwisata. Baik itu aparaturnya dan program-program kerjanya. “Ya harus gitu. Namanya juga orang kerja itu pakai target. Kami harapkan mereka (Dispar, red) mampu memenuhi target itu,” pungkas politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa ini. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar