Pembangunan Pelabuhan Pelni Kurang Koordinasi

619
Pesona Indonesia
Pelabuhan Pelni di Serasan dan Pulau Subi, Natuna, bermasalah. Sebelum digunakan pelabuhan yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah sidah retak-retak. foto:aulia rahman/batampos
Pelabuhan Pelni di Serasan dan Pulau Subi, Natuna, bermasalah. Sebelum digunakan pelabuhan yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah sidah retak-retak. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Pembangunan pelabuhan Pelni di Kecamatan Serasan yang diduga bermasalah ternyata dipicu pihak perusahaan pemenang dan perusahaan pelaksana yang dialihdayakan.

Camat Serasan Edy Priyoto mengaku, terdapat permasalah belum selesai pada pembangunan pelni di Serasan, antara perusahaan pemenang dan perusahaan yang dialihdayakan selaku pelaksana proyek dilapangan.

“Mungkin pemerintah menolak hasil pekerjaan, karena kabarnya ada masalah diinternal perusahaan. Karena pengerjaan proyek itu disubkan (alihdaya) kepada perusahaan di Pontianak,” kata Edy, Jumat (27/5).

Diakui Edy, fisik pelabuhan sudah hampir selesai dikerjakan. Tinggal pemasangan karet penahan sandar kapal di pelabuhan. Tapi belum ada kejelasan kapan diresmikan pemakaian pelabuhan.

“Memang fisiknya ada retak dipangkal pelabuhan,” kata Edy.

Menurut Edy, selaku pemerintahan setempat diacuhkan dalam pembangunan. Sehingga sulit mengawasi pembangunan sejak awal dikerjakan.

“Perusahaannya kurang koordinasikan di lapangan, kami Kecamatan pun tak dianggap, jadi sampai sampai sekarang pun tak tahu kapan pelabuhan bisa difungsikan,” ujar Edy.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar