Peserta Yatch Sail Natuna-Anambas Dijamu Makanan Khas Tarempa

984
Pesona Indonesia
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kabupaten Anambas kedatangan puluhan turis asing pada hari Sabtu (28/5) hingga dua hari kedepan. Mereka adalah wisatawan yang mengikuti Sail Natuna-Anambas yang berlayar dari negara barat menuju ke daerah timur melalui negara tetangga Malaysia.

Dari data yang ada, sedikitnya terdapat 40 kapal yatch dari sembilan negara yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. Ke 24 yatch dari Australia, lima yatch dari New Zealand, 4 yatch dari Inggris, 2 yatch dari Amerika. Sementara dari cayman Island, Cook Island, Canada, Perancis dan dari Meksiko masing-masing satu yatch.

Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Anambas, Augus Raja Unggul mengatakan, Pemkab Anambas telah menyiapkan acara khusus untuk menyambut kedatangan tamu asing peserta yacth yang akan digelar di pelantar Lanal Tarempa pada hari Minggu (29/5) pagi.

“Pada saat acara penyambutan, sekaligus kita mengenalkan wisata kuliner seperti makanan khas Tarempa dan sebagainya,” ungkap Augus kepada wartawan Jumat (27/5) siang.

Untuk pengenalam bidang pariwisata sendiri, Pemkab Anambas melalui dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan Olahraga, akan mengajak para turis mengunjungi salah satu pulau terbaik di Anambas yakni Pulau Penjalin yang terkenal dengan wisata bawah lautnya yang menawan.

“Di sana nanti kita akan siapkan pemandu wisata beserta pemandu wisata bawah laut yang sudah bersertifikat, ada dari DKP dan dari Dinas Pariwisata itu sendiri,” ungkap Augus lagi.

Karena kunjungan sendiri tergolong singka waktunya, pada hari terakhir nanti pemda memberikan kesempatan untuk melakukan city tour. Dalam acara ini turis bisa berkeliling di seluruh wilayah yang ada di Anambas.

“Efektifnya kita ini cuma dua hari saja. Sementara itu pada hari yang ketiga, mereka diberi kesempatan untuk melakukan city tour sambil menikmati wisata kuliner,” ungkapnya.

Sebelumnya, tahun lalu acara yang sama juga sudah pernah dilakukan di Anambas. Namun pada saat itu banyak turis asing yang mengeluh dan melakukan protes lantaran diperlakukan tidak sama dengan warga Indonesia.

Mereka tahu ketika ada warga Indonesia (Anambas) tidak melakukan hal yang tidak adil. Pada saat itu salah satu turis sedang memperhatikan warga setempat yang sedang membeli aqua dengan harga Rp 5 ribu per botol. Namun ketika turis itu berupaya membeli barang yang sama, dikenakan biaya Rp 10 ribu. Turis itu tampak mengerti dirinya dicurangi tapi tidak bisa berbuat banyak karena tidak bisa komunikasi dengan pedagang. Ia hanya terlihat memprotes tapi tak bisa bicara Bahasa Indonesia.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar