Nelayan dan Coast Guard Cina Berulah Lagi di Natuna

2687
Pesona Indonesia
Kapal Coast Guard China yang selalu menjaga nelayan mereka saat beraktivitas, termasuk saat masuk ke ZEE Natuna. Foto: Twitter.com/Ditjen PSDKP-KKP RI
Kapal Coast Guard China yang selalu menjaga nelayan mereka saat beraktivitas, termasuk saat masuk ke ZEE Natuna. Foto: Twitter.com/Ditjen PSDKP-KKP RI

batampos.co.id -Aktivitas pencurian ikan di perairan Natuna oleh nelayan Cina masih saja terjadi. Bahkan, aktivitas mereka dilindungi oleh Coast Guard yang terus berpatroli di kawasan tersebut.

Nah, pada Jumat lalu, KRI Oswald Siahaan-354 terpaksa menangkap kapal ikan berbendera Cina, Gui Bei Yu 27088, di perairan Natuna, Kepulauan Riau, karena kedapatan mencuri ikan.

Baca Juga: Luhut Peringatkan Cina Tidak Langgar Kedaulatan RI di Natuna

Penangkapan berlangsung dramatis karena nelayan aktivitas nelayan Cina itu dikawal oleh Kapal Polisi Laut (Coast Guard) Cina.

Hal itu dibenarkan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Laksamana Pertama S Irawan.

“Kapal Gui Bei Yu dikejar oleh KRI Oswald Siahaan begitu diketahui melakukan pencurian ikan di perairan Natuna,” kata Irawan, Minggu (29/5/2016) di Tanjungpinang.

Irawan mengatakan, kapal nelayan Cina itu terdeteksi melakukan pencurian ikan di perairan Natuna pada pukul 13.30 WIB, tepat saat KRI Oswald Siahaan-354 melakukan patroli pengamanan perairan Natuna.

Tiba-tiba radar kapal jenis frigate ini menangkap pergerakan kapal asing.  Komandan KRI Oswald Siahaan-354 Kolonel Laut (P) I Gung Putu Alit Jaya kemudian memerintahkan perwira jaga agar kapal mendekati kontak radar tersebut.

Pada jarak 6 NM (nautical mile), kapal asing itu akhirnya terindentifikasi kapal ikan berbendera Cina bernama Gui Bei Yu.

KRI langsung mengejar, namun kapal nelayan Cina begitu mengetahui kehadiran KRI Oswald pada jarak 5 NM, langsung mengubah haluan dan menambah kecepatan.

Tak ingin buruannya lepas, KRI Oswald juga menambah kecepatan. Putut lantas memerintahkan kesiagaan anggota dengan status “peran tempur bahaya umum”.

Sesuai prosedur operasi baku, KRI berusaha menghentikan kapal tersebut mulai dengan peringatan melalui kontak radio, pengeras suara, hingga tembakan peringatan ke udara bahkan ke kanan dan kiri kapal.

“Peringatan tembakan kanan dan kiri haluan juga tidak diindahkan, bahkan kapal ikan tersebut melakukan gerakan zig zag dan akhirnya tindakan paling keras dilakukan yaitu tembakan ke anjungan,” kata Irawan.

Sementara itu Panglima Komando Armada Maritim Barat Laksamana Muda Achmad mengatakan, kapal tersebut ditangkap karena memasuki wilayah Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia.

Dari hasil pemeriksaan dokumen, diduga kapal mencuri ikan di perairan Natuna. Di dalam kapal juga ditemukan ikan segar yang identik dengan perairan Natuna.

Tak hanya itu, delapan anak buah kapal juga berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

“Ditemukan ikan yang masih segar, dan jenisnya identik dengan ikan yang ada di perairan tersebut. Setelah disidik, nantinya akan diserahkan ke Kejaksaan untuk diproses berdasarkan hukum Indonesia,” kata Taufiq. (Antara)

Respon Anda?

komentar