Rekor Mentereng yang Masih Menanti Simeone

1841
Pesona Indonesia
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, begitu terpukul usai kalah untuk kedua kali dari Real Madrid di Final Liga Champions, Minggu (29/5/2016) pagi WIB. Foto: reuters
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, begitu terpukul usai kalah untuk kedua kali dari Real Madrid di Final Liga Champions, Minggu (29/5/2016) pagi WIB. Foto: reuters

batampos.co.id – Impian Diego Simeone membawa Atletico Madrid menjuarai kasta tertinggi sepakbola di Eropa, Liga Champions, untuk kali kedua kandas di tangan Real Madrid.

Andaikan saja kutukan untuk Real Madrid di partai final 2016 di San Siro, Milan, Italia, masih berlaku, maka impian Simeone itu tercapai. Namun rupanya kutukan itu berakhir. Real Madrid yang tak pernah menang di Milan malah jadi juara Liga Champions 2016 di Milan.

Ya, apa boleh buat, rekor menterang yang menanti Simeone tertahan. Andadikan juara Liga Champions, Simeone laik disejajarkan dengan dua pelatih legendaris Argentina.

Andai Ateltico Madrid menang dalam final Liga Champions musim ini melawan Real Madrid di San Siro, Milan, Minggu (29/5/2016) WIB, entrenador Atletico Madrid itu siap menyusul dua pendahulunya, Luis Carniglia, dan Helenio Herrera.

Pasalnya, sejauh ini baru Carniglia dan Herrera yang menyandang status pelatih non-Eropa peraih gelar Liga Champions (sebelumnya bernama European Cup, Red).

Lebih hebat lagi, keduanya sanggup melakukan apa yang tidak pernah terjadi sejak kompetisi berubah nama pada 1992, yaitu mempertahankan trofi juara.

Carniglia melakukannya kala menjadi juara pada 1958 dan 1959 bersama tim bertabur bintang, Real Madrid. Kala itu, di dalam tim asuhan Carniglia memang bercokol sederet pesepak bola kenamaan dunia semisal Alfredo Di Stefano hingga Francisco Gento.

Baca Juga:
> Kapten Real Madrid Ramos Ukir Rekor Baru Usai Juara Liga Champions 2016
> Bahagianya Gareth Bale Usai Juara Liga Champions 2016
> Sedari Awal Ronaldo Yakin Jadi Pahlawan Kemenangan Madrid di Final Liga Champions
> Ronaldo dan Tendangan Pamungkasnya di Final Liga Champions
> Dua Kali Gagal Juara Liga Champions, Simeone Mundur
> Real Madrid Juara Liga Champions, Zidane Torehkan Sejarah
> Rekor Baru yang Tercipta di Final Linga Champions 2015-2016

Sementara, Herrera pernah mencapai presasi serupa bersama skuat La Grande Inter Milan pada 1964 dan 1965.

Simeone sejatinya sempat hampir mensejajarkan diri dengan Carniglia dan Herrera kala mebawa Los Colchoneros ke partai puncak pada musim 2013-14.

Namun, dalam laga final di Lisbon, Portugal, Atletico kalah dari rival sekota, Real Madrid, dengan skor 1-4 melalui babak perpanjangan waktu.

Tahun ini, Simeone nyaris peluang membayar kegagalan itu. Jika sukses membalas dendam kala kembali bertemu Madrid pada final yang digelar di San Siro, Milan, pada Minggu (29/5/2016).

Tapi, Real Madrid justru tampil sebagai juara Liga Champions 2015/2016. Mereka menjadi juara setelah mengalahkan Atletico Madrid lewat drama adu penalti.

Di babak adu penalti, hanya satu penendang yang gagal, yakni Juanfran. Namun, gagalnya tendangan Juanfran –yang mengenai tiang gawang– sudah cukup untuk memukul Atletico.

Penendang kelima Madrid, Ronaldo, menjalankan tugasnya dengan baik. Madrid pun keluar sebagai juara Liga Champions 2016.

Ya, Simeone memang gagal menorekan rekor-rekor tersebut, namun masih ada peluang di musim depan, jika Simeone masih bertahan di Atletico Madrid. Jangan tinggalkan Atletico Madrid! (kan/ps/jpg/nur)

Respon Anda?

komentar