23 Vihara di Batam Gelar Dharmasanti Waisak 2560 BE

675
Pesona Indonesia
Pelajar Sekolah Minggu gabungan dari seluruh Vihara se-Kota Batam menampilkan drama tiga peristiwa berkisah tentang Buddha pada acara perayaan Dharmasanti Waisak 2560 di Hotel Pacific Palace,  Minggu (29/5). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Pelajar Sekolah Minggu gabungan dari seluruh Vihara se-Kota Batam menampilkan drama tiga peristiwa berkisah tentang Buddha pada acara perayaan Dharmasanti Waisak 2560 di Hotel Pacific Palace,
Minggu (29/5). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Dharmasanti Waisak 2560 BE/2016 se-Kota Batam digelar di Hotel Pacific Palace, Minggu (29/5). Dharmasanti bersama yang kedua ini terselenggara di bawah koordinasi Lembaga Pembinaan Keagamaan Buddha (LPKB) dan Bimas Buddha Kementerian Agama Kota Batam.

Ketua LPKB, Jenny Lim mengatakan Dharmasanti bersama digelar untuk menaungi semua vihara Buddha dan aliran agama Buddha agar tetap bersatu dalam suasana yang harmonis. Tujuan ini direfleksikan dalam tema yang diangkat, yakni Harmoni Dalam Kebersamaan.

”Ini wujud nyata untuk hidup rukun, kompak, dan bahagia supaya tercipta hubungan penuh kasih dan harmonis. Walaupun berbeda bukan alasan untuk memisahkan diri,” ungkapnya.

Ketua Panitia Acara, Harifin Yeo mengungkapkan sebanyak 23 vihara ikut serta dalam kegiatan tersebut, termasuk satu dari Pulau Buluh dan satu dari Belakangpadang. ”Tiket yang disebarkan 5.000 tiket,” ujar Harifin.

Berbagai acara ditampilkan, seperti prosesi lilin pelita, pembacaan ayat suci Dhammapada, tarian, persembahan angklung, hingga lucky draw. Ada juga persembahan drama tiga peristiwa.

Lebih rinci Sekretaris Panitia, Suwarno menjelaskan drama tiga peristiwa berkisah tentang tiga peristiwa tentang Buddha. Peristiwa pertama yakni lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM. Kedua, pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan menjadi Buddha di Bodhgaya pada tahun 588 SM, sementara peristiwa ketiga yakni Buddha Gautama wafat (parinibbana) pada tahun 543 SM pada usia 80 tahun.

”Ketiga peristiwa ini terjadi di tahun yang berbeda tapi cukup unik terjadi di bulan yang sama yaitu bulan Vaisakha (Waisak) saat purnama Siddhi. Makanya disebut Trisuci Waisak,” terang Suwarno.

Tak hanya acara itu, yang paling penting dalam acara tersebut adalah pesan waisak yang disampaikan Bhikkhu Tejapunno Thera.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Batam, Hendra Asman mendorong acara tersebut menjadi agenda tahunan di Kota Batam.

”Kami merasa bangga, acara ini sungguh luar biasa, kami dari DPRD mendorong acara ini menjadi agenda tahunan dan harus didukung pemerintah Kota Batam,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar