Biadab! Perampok Membunuh Siswa SD dan Menggantungnya di Pohon Sawit

1989
Pesona Indonesia

Police_LIne_HL

batampos.co.id – Warga SP 8 Desa Adimulyo, Kecamatan Pancajaya, Mesuji, Lampung digegerkan oleh sebuah pembunuhan keji terhadap seorang siswa SD, Yoga Adi Pratama (10).

Siswa kelas 3 SD itu ditemukan tewas dengan leher terikat bajunya di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Adiluhur, kecamatan setempat, Jumat (27/5) sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat ditemukan, posisi korban tergantung di pohon kelapa sawit hanya dengan mengenakan celana pendek kuning. Sementara sepeda motor korban yang masih baru dibawa pelaku kabur.

Jasad korban kali pertama ditemukan Heri Saputra (28), salah seorang penderes karet, saat melintas di jalan perkebunan kelapa sawit tersebut. Heri melihat sesosok mayat terikat di pohon sawit. Di tubuh korban terdapat luka lebam di bagian dada kiri dan perut dengan lidah menjulur keluar.

Dari keterangan seorang warga, Juardi (41), korban menghilang sejak Kamis (26/5) malam. Ia terlihat pergi keluar rumah dengan mengendarai motor Honda BeAT putih-biru. Motor yang baru dibeli tiga bulan lalu ini belum memiliki plat nomor.

Kakek korban, Lasno (66), mengaku Yoga selama ini memang tinggal bersamanya. Sebab sang ibu bekerja di luar negeri sebagai TKI, sedangkan ayahnya Suwono bekerja di luar kota.

Lasno mengaku pada Kamis sekitar pukul 18.30 WIB, cucunya berpamitan hendak bermain ke rumah tetangga dengan mengendarai motor Honda BeAT. ’’Namun sampai pukul 21.00, Yoga belum juga pulang. Karena khawatir, saya pergi mencari,” kata Lasno seperti dikutip dari RadarLampung (Jawa Pos Group).

Namun sampai hampir tengah malam, korban belum pulang. Akhirnya dibantu warga, Lasno melakukan pencarian sampai dini hari. Pada pagi harinya, Lasno mendapat kabar ada seorang warga melihat jasad seorang bocah di areal perkebunan sawit. Mendapat kabar itu, Lasno langsung menuju kebun sawit untuk mengecek kebenaran berita itu.

’’Ternyata mayat itu benar cucu saya,” kata Lasno dengan raut sedih. (jpnn)

Respon Anda?

komentar