Buat Peserta SBMPTN, Jangan Coba-Coba Lakukan Ini Jika Tidak Ingin DO

531
Pesona Indonesia
(ilustrasi)
(ilustrasi)

batampos.co.id – Ujian tertulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM PTN) 2016 akan digelar besok (31/5). Ratusan ribu pelamar akan menjalani ujian di bawah pengawasan ketat.

Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Humas SBM PTN Bambang Hermanto menjelaskan, pengawasan ketat dilakukan terutama untuk mencegah terulangnya penyakit lama, yakni praktik perjokian.

Karena itu, setiap perguruan tinggi negeri (PTN) sudah menetapkan aturan hukuman bagi mahasiswa yang terlibat dalam tindakan haram tersebut.

Hampir seluruh kampus negeri menjadikan perjokian sebagai kejahatan akademik luar biasa. Bambang menegaskan, seluruh PTN kompak menjatuhkan hukuman pemecatan atau drop out (DO) bagi mahasiswa yang terlibat.

Nyaris setiap tahun selalu ada aksi perjokian yang terungkap. Tahun lalu, misalnya, panitia SBM PTN di wilayah Makassar menggagalkan seorang joki yang bernama Asriani.

Bambang menjelaskan, sanksi tidak hanya dijatuhkan kepada joki. Peserta SBM PTN yang menggunakan jasa joki juga langsung dianulir.

“Kami ingin mengedepankan kejujuran dalam pelaksanaan ujian ini. Kompetisi harus fair,” ujarnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar