Digulung Gelombang, Kapal Wisata ke Pulau Angso Duo Tenggelam

750
Pesona Indonesia
Proses evakuasi kapal tenggelam di Pulau Angso Duo, Pariaman. Foto: Zikriniati/Padang Ekspres/JPNN.com
Proses evakuasi kapal tenggelam di Pulau Angso Duo, Pariaman. Foto: Zikriniati/Padang Ekspres/JPNN.com

batampos.co.id – Sebuah kapal wisata penyeberangan Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumbar, tenggelam dihajar badai.

Kapal “Selat Bungo” itu digulung gelombang setelah sepuluh menit berlayar menuju Pulau Angso Duo, Minggu (29/5).

Informasi yang berhasil dihimpun Padang Ekspres (Jawa Pos Group) di lokasi, karamnya kapal wisata penyeberangan bermuatan 14 orang dengan nahkoda Bambang (32), warga Karan Aur tersebut terjadi pada sekitar pukul 11.20 wib.

Setelah meninggalkan pantai dan berangkat menuju pulau Angso Duo, berselang 10 menit dan 15 meter dari bibir pantai, tiba-tiba kapal diterjang gelombang pada sisi belakang kapal.

Tingginya gelombang merendam lambung kapal. Setelah 15 menit berselang, air laut yang terus masuk menenggelamnya separuh lampung kapal. Tingginya genangan air membuat 14 orang yang seluruhnya merupakan penumpang yang berasal dari Kota Padang ini menjadi panik.

Dalam waktu singkat, tim SAR BPDB kota Pariaman, Satpol Air Polres Pariaman yang siaga di pinggir pantai dan dibantu nelayan langsung melakukan upaya penyelematan. Jarak titik karamnya kapal yang dekat dengan bibir pantai membuat evakuasi korban dan kapal ke daratan berlangsung cepat.

“Kita baru menyeberang, sekitar 10 menitan, tiba-tiba kapal kami dihembas gelombang dan air laut masuk ke lambung kapal. Saya dan penumpang lain panik karena kapal nyaris terbenam seluruhnya,” ujar salah seorang penumpang, Musjasman kepada pers.

Setelah dilakukan upaya penyelamatan, akhirnya 14 orang penumpang berhasil dievakuasi. Yakni Musjasman (45), Elfira (39), Vinda (31), Rika (35), Musda Fitriani (39), Hafidh (3), Disha (3), Niusma R (36) Padang, Hartita (5), Nofrianti (42), Aulia (7), Amid (35), Ipah (50). Begitu sampai di pantai, mereka mendapatkan perawatan ringan.

Sedangkan satu penumpang lainnya, Tya (16) harus mendapatkan perawatan di RSUD Pariaman karena cidera ringan.

Sementara itu Wakil Walikota Pariaman Genius Umar akan menindak tegas pengusaha kapal wisata ke pulau yang menaikkan penumpang di bibir Pantai Gandoriah. Sebab lokasi itu bukanlah lokasi resmi tempat menurunkan dan menaikkan penumpang.

Pemko Pariaman telah menyiapkan Dermaga Muaro Pantai Gandoriah sebagai tempat resmi menurun naikan penumpang menuju dan pulang dari Pulau Anso Duo.

Wawako menyebut akan mengevaluasi izin kapal tersebut pasca karamnya kapal wisata yang hendak menuju Pulau Angsoduo di Pantai Gandoriah, Minggu (29/5).

“Selama ini kita sudah imbau pengunjung naik kapal di tempat yang resmi. Mulai besok tidak boleh satu pun kapal menaikan penumpang selain di dermaga. Kapan perlu kami akan proses secara hukum pemilik kapal karam,” tegas Genius. (jpg)

Respon Anda?

komentar