Jangan sampai Kurang Piknik, Kijang City Walk Bisa Bikin Girang

603
Pesona Indonesia
foto: fatih / batampos
foto: fatih / batampos

Minim dana bukan kendala untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga tercinta.

Dalam sebuah kajian penelitian yang dilakukan Universitas Negeri Sam Houston Amerika, Profesor Rowlan S. Miller menyatakan, bahwasanya kebahagiaan sebuah keluarga tidak diukur dari seberapa banyak harta yang dipunya. “Tapi dari seberapa kualitas waktu yang mereka habiskan bersama,” begitu tulisnya.

Mengacu itu, nyaris boleh dikatakan mustahil bilamana sebuah keluarga beralasan minim dana jadi kendala yang menghalang-halang momen kumpul-kumpul berbahagia bersama keluarga. Karena kenyataannya, tidak semua tempat berlibur itu menguras dana. Bagi keluarga yang hendak menciptakan waktu kualitas boleh mencoba melancong ke Bintan Timur.

Menyusurlah ke kawasan Kota Kijang. Dengan jarak tempuh kurang 30 menit dari Tanjungpinang, Kijang bisa jadi wahana berlibur bila sudah bosan menjelajah sepanjang kawasan pesisir pantai Trikora di sisi lain Pulau Bintan.

Kijang memang tidak punya pantai seindah Pantai Trikora. Tapi, memang bukan itu tujuannya. Berlibur ke Kijang adalah cara lain merayakan akhir pekan yang menggembirakan. Di sini, ada Masjid Nurul Iman, masjid terbesar se-Kabupaten Bintan. Ada juga kawasan pujasera yang menjajakan penganan khas Bintan. Sehadapannya ada kolam bekas tambang yang menyejukkan mata dipadu kerindangan pohon yang berbaris sepanjang tepi.

Bergeser dua pulu meter, ada kebun binatang mini. Jangan dibayangkan kebun binatang di timur Bintan ini punya banyak koleksi binatang yang bisa dipamerkan, sebagaimana kebun binatang Ragunan, Jakarta. Karena ditilik dari namanya; Mini Zoo, sudah bisa dibayangkan bahwa kebun binatang yang buka setiap hari dari pukul 09.00-17.00 WIB ini hanya menyajikan sebagain kecil fauna yang ada di dunia margasatwa. Namanya juga mini.

Ada kalkun, rusa, iguana, beruang madu, buaya, orang utan, monyet, owa jawa, musang, kelinci, kelelawar, ular sanca. Ada juga pelbagai jenis burung yang dikandangkan. Mulai dari kakak tua, parkit, perkutut, burung unta, nuri, elang, merak, dan enggang.

Seluruh koleksi binatang itu bisa dinikmati secara gratis oleh para pengunjung. Karena tak ada biaya masuk yang dikenakan. Tak pelak, karena digratiskan, pengunjung dari kawasan Kijang, Tanjunguban, dan Tanjungpinang membludak dan memenuhi kebun binatang ini. Biasanya, di akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

Pengunjung yang datang ke Mini Zoo juga beragam. Mulai dari anak-anak, sekeluarga, hingga sepasang kekasih yang melangut akhir pekan di sana. Kesannya bermacam-macam. Bagi kebanyakan anak-anak, mengunjungi kebun binatang adalah melihat hewan-hewan yang sebelumnya tak akrab di mata mereka. “Wow, ada beruang hitam besar,” kata bocah usia lima tahunan yang berdiri sedepa di hadapan kandang beruang madu.

Sementara bagi keluarga-keluarga yang menghabiskan akhir pekan di sana, mempunyai kesan bahwa Mini Zoo di Kijang ini tempat yang nyaman untuk berakhir pekan. “Di sini, punya gazebo dan pondok-pondok yang bersih,” kata Aini, pengunjung dari Tanjungpinang yang memboyong suami dan tiga anaknya ke Mini Zoo.

Setelah puas berkeliling di kebun binatang, jangan keburu pulang. Tepat di seberang jalan, kini telah berdiri pelataran Kijang City Walk. Dibangun melalui gelontoran dana dari pemerintah pusat, kawasan ruang terbuka hijau ini dilengkapi dengan wahana bermain anak-anak. Sementara di sisi lain ada sebidang pelataran luas yang bisa jadi tempat anak-anak bersepeda.

Rina, pengunjung dari Tanjunguban, terlihat sibuk menemani kedua anaknya bermain. Pekerja di swasta ini mengaku, baru mengetahui keberadaan Kijang City Walk dari koleganya. “Dia kirim fotonya. Saya baru tahu dan baru sempat ke sini sekarang. Padahal sudah dibuka sejak awal tahun,” katanya lantas tertawa.

Menurut Rina, keberadaan Kijang City Walk adalah tempat alternatif menghabiskan waktu berkualitas bareng keluarga. Bersama suami dan kedua anaknya, ia mengaku sudah menyiapkan kegiatan berlibur ke Kijang jauh-jauh hari. Rina kebagian jatah menyiapkan bekal makanan.

“Kan liburan memang tidak harus makan di restoran. Kadang masakan di rumah tapi disantap di luar ruang semacam ini juga sangat berkesan,” kata perempuan 35 tahun ini. Rina juga sepakat bahwasanya minim dana bukan alasan untuk tidak menghabiskan waktu berkualitas bareng keluarga. “Kalau nunggu punya duit banyak, ya nggak liburan-liburan malahan,” katanya.

Area publik terbuka yang menghadirkan kawasan bermain bagi anak-anak ini sudah diprediksi akan menarik minat banyak warga. “Biasanya kalau tanggal merah atau akhir pekan memang selalu ramai,” kata Camat Bintan Timur, Hasan.

Senang bagi Hasan kecamatannya kian ramai dikunjungi. Tapi, buru-buru ia menyergah, agar setiap pengunjung yang datang mesti membuang sampah ke tempatnya. Pasalnya, dalam waktu dekat ini pihak Kecamatan Bintan Timur sedang bersolek jelang penilaian Tim Adipura. “Di sana itu sudah banyak sekali tempat sampah yang disediakan. Sudah bukan jamannya lagi buang sampah sembarangan,” tuturnya.

Saat ini, pembangunan Kijang City Walk belum sampai titik final. Karena pembangunan area terbuka yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat ini dibangun dalam dua tahap.

Pada tahap awal sudah menghabiskan dana sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan wahana permainan anak, gedung santai, hingga panggung untuk perhelatan berbagai acara.

Sedangkan untuk tahap kedua nantinya akan dilaksanakan tahun ini melalui dengan alokasi dana mencapai Rp 5 miliar. Pada pengerjaan tahap kedua inilah ditargetkan sebelum akhir tahun 2016 akan rampung 100 persen. “Sehingga bisa dipadukan menjadi satu komplek taman terbuka hijau yang besar dengan area sekitarnya,” pungkas Hasan.  (fatih muftih. tanjungpinang)

Respon Anda?

komentar