Ilustrasi bahan kimia yang bisa dipakai untuk hukuman kebiri secara kimia pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Foto: istimewa
Ilustrasi bahan kimia yang bisa dipakai untuk hukuman kebiri secara kimia pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Foto: istimewa

batampos.co.id – Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yang memuat pasal kebiri mulai banyak ditentang.

Pakar seksologi Dr Boyke Dian Nugraha termasuk salah satu yang tidak setuju dengan hukuman kebiri dengan cara kimia. Pasalnya, banyak efek sampingnya yang merugikan mereka yang dikebiri secara kimia.

Baca Juga: Komnas HAM Tolak Hukuman Kebiri

Dilansir dari boykepedia.com, dr Boyke menilai kebiri bagi pelaku perkosaan terhadap anak di bawah umur terjadi karena psikologi yang memang terganggu akibat candu pornografi.

“Jika yang dihilangkan dengan cara kebiri adalah testosteron tentu akan percuma saja, yang menjadi masalah adalah psikologi bukan testosterone,” kata Boyke.

Baca Juga: Begini Teknis Hukuman Kebiri Kimia Bagi Penjahat Kelamin

Boyke memiliki alasan kuat untuk menolak kebiri. “Kebiri member dampak yang begitu dahsyat. Pertama insulin dari orang tersebut akan naik, rambut dan bulu tubuh juga akan rontok, payudaranya pun akan tumbuh seperti wanita,” kata Boyke.

Baca Juga: Berlaku Mulai 25 Mei 2016, Perppu Kebiri dan Hukuman Mati hanya untuk Pelaku Dewasa

Boyke berharap agar pemerintah bisa bijak dalam hal ini. “Katanya revolusi mental, yok kita sama-sama merevolusi mentalnya. Gencarkan edukasi seks pada anak,” kata Boyke menyimpulkan. (rin/jpnn)

Baca Juga:
> Kategori Penjahat Kelamin yang Bisa Dikebiri
> Presiden Jokowi Teken Perppu Kebiri dan Hukuman Mati Pelaku Kejahatan Seksual terhadap Anak

Respon Anda?

komentar