Kejuaraan Tinju, Tontonan Baru Warga Natuna

731
Pesona Indonesia
Danlanal Ranai Kolonel Laut  Arif Badrudin menyerahkan medali kepada pemenang tinju amatir. foto:aulia rahman/batampos
Danlanal Ranai Kolonel Laut Arif Badrudin menyerahkan medali kepada pemenang tinju amatir. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kabupaten Natuna menggelar kejuruan tinju junior pertama, perebutkan medali Danlanal Ranai, di sanggar Kabupaten, Sabtu (28/5) malam.

Digelarnya kejuaraaan tinju amatir perdana menjadi tontonan menarik bagi warga. Pasalnya, tontonan yang seru dan menghibur ini baru pertama kali digelar.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Arif Badrudin selaku promotor mengatakan, kejuaraan tinju amatir merupakan iven untuk mendidik generasi olahraga tinju di Natuna.

“Tinju adalah cabang olahraga yang digemari, kejuaraan ini bisa menjadi motivasi bakat-bakat di daerah untuk maju ditingkat profesional,” kata Arif.

Ketua Pertina Kabupaten Natuna Elkadar mengatakan, Pertina sudah memiliki sarana untuk menunjang pelatihan calon-calon petinju amatir. Bahkan sudah mulai melakukan perekrutan atlit.

Kejuaraan tinju amatir perdana ini, kata Elkadar, digelar lima kelas, yakni kelas layang ringan, kelas layang, kelas layang terbang, kelas bantam dan kelas bulu.

Sementara untuk peminat menjadi atlit tinju, Pertina sudah bekerjasama dengan sasana Hiu di Pulau Tiga dan sasana badai samudera yang dibina Lanal Ranai.

Diakui Elkadar, sebagai kejuaraan perda, panitia melakukan seleksi atlit yang akan tampil di atas ring. Banyak peserta mendaftar, karena masalah emosional, hanya ada dua atlit setiap kelas.

“Target kami, petinju Natuna bisa ikut di iven di provinsi mendatang,” ujar Elkadar.

Lukman, warga Ranai mengaku, baru pertama kali melihat pertandingan tinju secara langsung. Biasanya hanya di televisi. Menurutnya tinju cukup menghibur dari penatnya kesibukan keseharian.

“Sangat bagus ivennya dibuat rutin, sangat menghibur, petinjunya kadang bikin lucu dan tegang, kan beda jauh dengan petinju profesional yang dilatih profesional,” tutur Lukman.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar