Kembangkan Sagu, Pemkab Lingga Kerjasama BPPT

1613
Pesona Indonesia
Proses produksi sagu di Lingga. Foto: dok. batampos
Proses produksi sagu di Lingga. Foto: dok. batampos

batampos.co.id – Bupati Lingga, Alias Wello tidak fokus dalam satu masalah pertanian. Selain mengembangkan padi untuk ketahanan pangan, Bupati Lingga juga akan mengembangkan pertanian sagu. Pada Senin (30/5), Pemkab Lingga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc terkait dengan teknologi pengolahan sagu di Hotel CK Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Penandatanganan MoU tersebut, merupakan tindaklanjut dari kunjungan Bupati Lingga ke Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) BPPT, Serpong, Senin (4/4) lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat bekerjasama dalam bidang pengkajian, penerapan, dan pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah Kabupaten Lingga.

“Alhamdulillah, kami dengan BPPT memiliki semangat yang sama untuk memantapkan ketahanan pangan nasional. Kebetulan, kami memiliki sumber daya alam yang melimpah, khususnya tanaman sagu, tapi miskin sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, kami menggandeng para perekayasa BPPT,” ungkap Awe panggilan akrab mantan ketua DPRD ini di Tanjungpinang, Minggu, (29/5).

Selain fokus mencetak sawah, serta mengandeng berbagai investor dan pemerintah pusat, Awe juga tak menutup mata dengan potensi sagu yang telah berkembang sejak zaman kesultanan Lingga 200 tahun lalu. Dengan sentuhan teknologi pengolahan modern, sagu Lingga akan semakin terangkat begitu juga ekonomi 3.000 lebih masyarakat di 12 desa di Kabupaten Lingga.

Apalagi, sagu juga merupakan tanaman penghasil karbohidrat potensial yang memiliki nilai gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya.

“Sebagai daerah kepulauan yang selama ini memiliki ketergantungan bahan pangan dari daerah lain, kita perlu pengembangan sumber karbohidrat alternatif, seperti sagu yang memang sudah tumbuh secara turun temurun di Lingga,” ujarnya.

Potensi lahan sagu yang kini tumbuh secara alami dalam bentuk hutan di Kabupaten Lingga, sambung Awe, luasnya kini mencapai 2.700 hektar. Lahan seluas itu, tersebar di dua belas desa dengan jumlah tempat pengolahan sekitar 140 unit.

“Jumlah produksi sagu Lingga saat ini, sekitar 7.898 ton per tahun. Rinciannya, sagu kotor 7.038 ton, sagu bersih 620 ton dan sagu kering 240 ton per tahun. Sistem pengolahannya masih sangat tradisional, sehingga mutu dan kualitas produknya masih kurang maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Perekayasa di Pusat Teknologi Agroindustri BPPT, Prof. Dr. Bambang Haryanto, MS yang ikut mendampingi Kepala BPPT, menyambut baik gagasan Bupati Lingga, H. Alias Wello yang konsern pada program penguatan ketahanan pangan dengan memberdayakan sumber pangan lokal.

“Sagu itu memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya seperti beras, jagung, singkong maupun gandum. Sagu juga tidak memiliki efek negatif bagi usus. Karena itu, sagu dapat menjadi probiotik yang berguna untuk melancarkan pencernaan,” jelasnya.

Dengan adanya kerjasama ini, penerapan teknologi modern dan juga pemanfaatan limbah sagu yang dapat diolah menjadi kantong yang mampu didaur ulang, menjadi harapan besar pertanian sagu Lingga bangkit lagi menumbuhkan ekonomi yang lebih baik kedepan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar