Di Malaysia Harga Sabu Murah, Di Batam Mahal, Itu Sebab Sabu Malaysia Beredar di Batam

5127
Pesona Indonesia
foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Sat Narkoba Polresta Barelang mengamankan Isruliansyah dan Tarmizi dua pengedar narkotika jenis sabu, Sabtu (28/5) pagi. Tersangka ini menyelundupkan 750 gram sabu melalui pelabuhan tikus di Patam Lestari, Sekupang.

Dari tangan tersangka, polisi turut mengamankan 15 butir pil ekstasi dan satu paket ganja. Untuk mengelabui petugas, tersangka menyimpan sabu tersebut di dalam plastik susu. Sabu itu dibagi ke dalam 7 paket besar.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika mengatakan penangkapan tersangka berdasarkan pengembangan terhadap pengedar dan jaringan yang sudah diamankan. Tersangka mengambil barang haram itu dari bandar di Malaysia bernama Andi.

“Mereka langsung mengambil sabu itu ke bandar di Malaysia. Dan bertemu di perairan internasional,” ujar Helmy.

Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery menjelaskan barang bukti yang diamankan tersebut bernilai Rp 1 Miliar. Menurutnya, barang haram itu sengaja diedarkan di Indonesia, khususnya Batam karena nilai jual yang tinggi.

“Di sana (Malaysia) harga sabu ini jauh lebih murah. Sehingga diedarkan di sini,” tutur Suhardi.

Dari pengakuan tersangka, mereka telah dua kali menyelundupkan sabu ke Batam.  Salah satunya melakukan transaksi di Belakang Padang dengan barang bukti 1 kg sabu.

“Pengakuannya sabu itu diedarkan di Batam. Dan tersangka berhasil kita amankan saat kapalnya hendak bersandar,” tegas Helmy.

Helmy juga menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia untuk memburu Andi.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia untuk memburu bandar ini,” imbuhnya. (opi)

Respon Anda?

komentar