Meski Cedera, Andy Wibowo Juarai Bintan Triathlon Internasional 2016

1249
Pesona Indonesia
Andy Wibowo juara Bintan Triathlon Internasional 2016 saat mencapai garis finish. foto:harry/batampos
Andy Wibowo juara Bintan Triathlon Internasional 2016 saat mencapai garis finish. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Tak selamanya fisik menjadi tolak ukur utama dalam menaklukan sebuah tantangan. Namun mental yang tangguh dan kerja keras bisa menjadi kunci meraih kemenangan. Dengan cara inilah Andy Wibowo bisa mencapai podium pertama di Bintan Triathlon Internasional 2016 dari 1.400 atlet saingannya.

Kondisi di Pantai Nirwana Gardens Resort, Sabtu (28/5) pagi itu sangat cerah. Diperkirakan suhu cuacanya tak akan membuat kulit terbakar karena hanya 29 derajat celcius. Bahkan visibilitas arus lautnya sangat baik dan tenang percis di kolam renang. Namun suasananya tak akan bisa membuat pengunjung menjadi tenang dan tak ada waktu untuk membuat pikiran jadi bengong. Karena 2.000 wisatawan dari mancanegara dan lokal telah memadati seluruh sudut penjuru pantai untuk menyaksikan perhelatan Bintan Triathlon Internasional yang ditaja PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) dan Event Organaizer (EO) Olahraga Dunia, Metasport.

Iven ini dikemas dari tiga cabang olahraga menjadi satu perlombaan yang dilakukan secara berkesinambungan dalam satu kesatuan waktu. Yaitu olahraga renang, bersepeda dan lari. Ajang bergengsi bagi atlet seluruh dunia ini diikuti oleh 1400 peserta dari 30 negara, salah satunya Andy Wibowo atlet Triathlon kebanggaan Indonesia.

Atlet kelahiran Temanggung, Provinsi Bali, tahun 1980, itu mengikuti kategori olympic pria. Dalam kategori pilihannya itu rintangan dan hambatan yang harus dilalui dengan etape renang sepanjang 1,5 Kilometer (Km), balap sepeda sejauh 40 Km dan berlari menempuh jarak 10 Km.

“April lalu saya juga ikut Triathlon di Inggris. Saat melalui rintangan balap sepeda saya jatuh, sehingga mengalami cedera di kaki dan tangan,” ujar mantan atlet renang sprint gaya kupu-kupu itu.

Walaupun kondisinya sedang tak maksimal, lanjutnya, dengan keteguhan dan mental tinggi membuatnya kembali semangat dan yakin bisa melalui segala rintangan dan hambatan tersebut. Bahkan sekalipun harus berhadapan dengan beberapa atlet yang mengantongi segudang prestasi di dunia.

Keyakinan yang digenggamnya memang tidak muluk-muluk saat itu. Hanya menyelesaikan renang, balap sepeda dan lari sampai finish dengan waktu sepantasnya. Terpenting pulang dengan kondisi sehat tanpa cedera yang lebih parah lagi. Karena jika gagal menjuarai Triathlon kali ini, ia akan menutupi kekurangan poin pada ajang selanjutnya yaitu Triathlon di Australia.

“Awal perlombaan yaitu pada saat berenang saya di posisi dua. Saya akui kelas renang jadi kelemahan saya. Tapi ketika balap sepeda, semangat kembali berkibar. Disitulah saya bisa meninggalkan peserta lainnya cukup lumayan jauh. Kemudian saat lari tiba-tiba stamina mulai menurun, tapi saya tetap optimalkan kekuatan,” akunya.

Maksimalkan kekuatan dan fokus terhadap jalur yang akan dilintasi, sambungnya, akhirnya ia berhasil menyelesaikan semuanya dengan waktu dua jam, dua menit dan 54 detik. Dengan hasil waktu yang diraihnya itulah yang mengantarkannya sebagai atlet tercepat dan menjuarai Bintan Triathlon Internasional 2016.

“Saya tak menyangka dengan kondisi cedera saya bisa kembali juara di Triathlon Bintan ini. Bahkan saya juga tak berharap mempertahankan juara pertama seperti tahun sebelumnya, namun dengan keyakinan semuanya jadi nyata,” cetusnya.

Untuk juara kedua dalam kategori olympic ini diraih atlet asal Australia, Eric Watson dengan waktu dua jam, enem menit dan lima detik. Kemudian juara ketiga dipegang oleh Colin O’shea dari Singapura dengan waktu dua jam, sembilan menit, dan lima detik.

Sedangkan kategori olympic wanita dengan etape renang sepanjang 1,5 Km, balap sepeda sejauh 40 Km dan lari dengan menempuh jarak 10 Km disabet atlet asal Australia, Nathalie Anderson dengan waktu dua jam, 37 menit, dan 20 detik. Juara kedua disusul oleh atlet asal Singapura, Lisa Watson dengan waktu dua jam, 39 menit, dan 29 detik dan juara ketiga diraih atlet asal Amerika, Jessica Roed dengan waktu dua jam, 40 menit, dan 45 detik.

“Saya sudah lima kali ikut iven Bintan Triathlon. Namun baru kali ini saya menjuarainya. Sayapun tidak menyangkanya ini bisa terjadi,” ujar Nathalie Anderson yang girang menyabet juara pertama kategori olympic wanita.

Sementara Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengakui perhelatan iven Bintan Triathlon Internasional 2016 yang ditaja PT BRC dan Metasport sangat sukses. Bahkan dengan suksesnya acara ini, dipercayainya Bintan bisa mengalahkan Batam dalam angka kunjungan wisatawan.

“Tapi kita berharap semua elemen bisa melahirkan lagi inovasi-inovasi yang mengagumkan. Karena persaingan yang terjadi tidak hanya sekedar antar daerah saja tetapi antar negara,” katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan terus mengupayakan segala hal untuk meningkatkan angka kunjungan. Salah satunya dengan memperbanyak akses dari luar negeri ke daerah ini. Karena dengan banyaknya akses laut, udara dan darat, lanjutnya, wisatawan mancanegara maupun lokal akan mudah berkunjung ke Bintan.

Kemudian juga, sambungnya, meningkatkan akses penunjang lainnya seperti ketersediaan jalanan, listrik, dan air. Lalu, memperbanyak ruang tampil kepada pengurus kesenian dan budaya melayu disetiap acara. Dengan cara inilah wisatawan yang berkunjung ke daerah ini tidak akan merasa jenuh.

“Jika seluruh akses terpenuhi, pastinya wisatawan banyak berdatangan kesini. Karena mereka bisa berkeliling ke daerah yang ada di Kepri untuk menikmati keindahan alam yang tiadantaranya ini,” sebutnya.

Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab mengakui jika iven olahraga dan lainnya yang diselenggarakan di Kawasan Wisata Lagoi sangat berperan penting dalam mendongkrak angka kunjungan wisatawan. Bahkan setiap tahunnya, kunjungan wisatawan baik dari mancanegara maupun lokal ke Bintan mengalami kenaikan pesat.

“Iven Bintan Triathlon ini sudah ke 12 kalinya ditaja di Nirwana Gardens Resort. Dari iven ini saja sudah banyak menarik angka kunjungan wisatawan. Tiap tahunnya mencapai 1400 orang,” katanya.

Awal iven ini ditaja pada 2004 lalu di Nirwana Gardens Resort hanya diikuti oleh 120 peserta dari lima negara. Namun saat ini, peserta mencapai 1400 orang atau mengalami kenaikan 100 bahkan 1000 persen. Bahkan asal negara peserta yang mengikutinya dari 30 negara. Dari jumlah tersebut, 90 persennya berasal dari negara luar dan 10 persennya lagi dari Indonesia.

“Banyak wisatawan asing yang datang kesini. Kalau dari lokal hanya 10 persen saja setiap tahunnya,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar