Pekerjaan Berat Menjadikan Kepri Pintu Gerbang Wisata Bahari

777
Pesona Indonesia
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti mengatakan mimpi besar yang harus diwujudkan Provinsi Kepri kedepan adalah menjadikan Kepri sebagai Gerbang Pariwisata Bahari Indonesia. Tentunya mencapai target tersebut, butuh perjuangan dan pengorbanan.

“Ini kerja berat bersama, bukan kerja berat Dinas Pariwisata saja. Karena akan melibat lintas Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD),” ujar Guntur Sakti, Minggu (29/5)

Dijelaskannya, Iven Festival Bahari Kepri bisa menjadi magnet untuk mengangkat sejarah dan kebesaran kemaritiman Kepri. Sehingga melalui kegiatan tersebut, menjadi ingatan kepada pencinta yachter luar negeri untuk melakukan penjelajahan perairan Kepri. Apalagi setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri memiliki daya tarik tersendiri.

“Keunggulan-keunggulan yang kita miliki, harus dikenal dunia. Sail Karimata 2016 yang melibatkan Kepri, menjadi momentum yang tepat untuk itu. Apalagi pemerintah telah mendukung pembangunan pariwisata, dengan memberikan kemudahan bagi masuknya kapal-kapal yacht. Bahkan segala bentuk perizinan, sudah bisa diakses dengan sistem online,” jelasnya.

Atas dasar itu, sudah saatnya masyarakat Kepri untuk sadar wisata dan sama-sama membangun dunia pariwisata di Provinsi Kepri,” papar Guntur.

Mantan Sekwa DPRD Kota Batam tersebut juga mengatakan, Iven Sail Karimata kali ini dikemas berbeda, jika biasanya dalam suatu acara puncaknya di akhir, untuk sail ini puncaknya diawal. Barulah dari masing-masing 4 Provinsi tuan rumah menyajikan Festivalnya masing-masing. Untuk Kepri khususnya, pendamping Sail Karimata adalah Festival Kepri Bahari (FBK).

Selain menunggu para yatcher tiba dari Sukadana, FBK memiliki rangkaian acara untuk mensukseskan Event, seperti Perang terhadap sampah dilaut Penyengat (eco heros) yang melibatkan masyarakat, lalu Dragon boat race, Panggung seniman, Parade kapal sungai carang, Kepri carnival dan masih banyak lagi.

“Dari berbagai konten festival bernuansa bahari itu yang akan diselenggarakan selama 10 hari nanti, selain mensukseskan sail Karimata, Kami Kepulauan Riau memiliki Tujuan Jangka panjang kedepan yang besar, yakni menjadikan Kepri menuju Pintu Gerbang Wisata Bahari Indonesia,” sebut Guntur.

Guntur menambahkan bahwa Kepri yang 96 persen wilayahnya terdiri dari laut, ingin membangun infrastruktur bertaraf Internasional pasca pelaksanaan event. Seperti membuat regulasi di Kab Anambas dan Natuna akan dibangun pelabuhan entery port, juga Bangun infrastruktur komunikasi. Serta rencana pembangunan dermaga kapal wisata.

“Output yang kita harapkan setelah ini adalah, Kepri menjadi medianya wisata bahari Indonesia.Ini mimpi besar yang harus kita wujudkan bersama-sama,” tutup Guntur.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun juga mempunyai keyakinan, kalau dunia Pariwisata Kepri kedepan akan terus berkembang. Apalagi saat ini, tengah digalakan kampanye dunia pariwisata bahari. Melihat potensi yang ada di Kepri saat ini, bukan tidak mungkin Kepri akan menjadi gerbangnya pariwisata bahari Indonesia.

“Letak yang srategis, serta berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi kita. Kunci lainnya yang sangat menentukan tentu adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pariwisata,” ujar Nurdin belum lama ini.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar