Prostitusi Online di Tanjungpinang, Short Time Rp 900 Ribu, Booking Rp 2 Jutaan

3301
Pesona Indonesia
(ilustrasi: jawapos)
(ilustrasi: jawapos)

batampos.co.id – Kemajuan teknologi yang seharusnya memudahkan komunikasi justru digunakan untuk hal negatif. Hal tersebut dimanfaatkan oknum untuk melakoni praktek prostitusi yang kini mulai bergeser dari dunia nyata ke dunia maya.

Di Tanjungpinang, praktik prostitusi online saat ini sudah mulai marak. Dari penelusuran Batam Pos. Saat ini sangat mudah menemukan wanita-wanita yang menjajakan diri melalui jaringan internet. Salah satunya sebut saja Bunga. Wanita berusia 23 tahun itu terjun ke dunia esek-esek karena himpitan ekonomi dan juga demi memenuhi gaya hidup gadis seusianya.

”Kerja seperti itu gampang menghasilkan uang,” ujar Bunga, ketika chatting melalui media sosial.

Praktek prostitusi online, kata Bunga, dilakoninya sejak dirinya tidak lagi menjalin hubungan dengan mantan pacarnya yang telah merenggut kegadisannya sejak setahun yang lalu.
”Sejak putus sama pacar saya mulai seperti ini,”katanya.

Menjajakan diri melalui dunia maya, cerita Bunga, juga tidak mudah. Dirinya juga pernah dikerjai oleh orang iseng. Untuk itu dirinya saat ini sangat berhati-hati dan memilah konsumen yang ingin merasakan kehangatan tubuhnya.

”Yang mau pakai jasa saya, harus bayar DP dulu. Transfer dulu DP nya ke rekening. Baru nanti kita janjian ketemuan di Hotel atau Wisma yang disepakati,” ungkapnya.

Untuk setiap lelaki hidung belang yang ingin merasakan kehangatan tubuhnya, Bunga pun memasang tarif yang lumayan tinggi. Tapi harga tersebut masih bisa ditawar atau negosiasi.

”Short time Rp 900 ribu, tapi ini harga masih bisa kurang dikit. Kalau Booking sekitar Rp 2 jutaan. biasanya saya juga minta foto asli orang yang mau pakai saya. Kalau saya tidak sreg dengan orangnya saya tolak,” cerita Bunga.

Bunga pun mengaku saat ini memiliki beberapa langganan pria hidung belang yang sering meminta dilayani. Pelanggannya itu pun dari kalangan menengah keatas. ”Pelanggan saya ada yang orang berduit. Ada juga orang yang biasa saja atau tidak terlalu mewah,” ucapnya.

Bunga mengakui dirinya lebih memilih menjadi Pekerja Seks Komersil (PSK) ketimbang menawarkan diri hanya sekedar untuk menemani karaoke. ”Temankan karaoke uang yang dihasilkan paling cuma Rp 200 hingga Rp 300 ribu itu pun nemaninya berjam-jam. Bagus jadi PSK sekalian, sekali kencan selain mendapat uang juga bisa merasakan kenikmatan,” akunya.

Dalam seminggu, dirinya bisa mendapatkan tamu dua hingga tiga orang. Biasanya dari dua tiga orang tersebut dirinya tidak hanya melayani kencan kilat. Tetapi juga melayani long time dan juga booking. ”Tergantung tamunya juga, kalau dia banyak uang biasanya aku diajak long time atau booking,” ungkapnya.

Selain menawarkan, jasa seks secara langsung. Bunga juga melayani jasa Phone Seks (PS) melalui Video Call. Setiap pria yang ingin mendapatkan pelayanan melalui handpone itu dirinya juga memasang tarif Rp 100 ribu dalam bentuk pulsa dan juga bisa menstranfer ke rekening miliknya. ”Biasa saya layani sekitar 15 sampai 20 menit Video Call. Selain itu saya juga mengirimkan beberapa foto bugil saya ke mereka,” ucap Bunga.

Selain Bunga, praktek prostitusi online juga dilakoni Mawar. Wanita berusia 29 tahun yang kesehariannya bekerja di salah satu panti pijat yang ada di Tanjungpinang juga menawarkan tubuhnya untuk dinikmati lelaki hidung belang. Dirinya beralasan melakoni pekerjaan tersebut karena ditempatnya bekerja sepi pelanggan.

”Penghasilan saya kecil, selain itu sekarang juga pelanggan sepi. Maka itu saya cari kerja sampingan seperti ini,” ujarnya.

Selain menawarkan jasa melalui online, Mawar biasanya juga menawarkan langsung kepada pelanggan panti pijat tempat dia bekerja untuk menikmati kemolekan tubuhnya. ”Short time bisa di tempat kerja saya, bisa juga di hotel yang dipesan oleh pelanggan,” katanya.

Untuk tarif sekali kencan, Mawar memasang tarif berbeda. Jika perbuatan asusila tersebut dilakukan di panti pijat tempatnya bekerja pelanggan dikenakan tarif Rp 300 ribu. Tetapi jika dirinya dibawa keluar oleh tamunya. Maka pelanggan tersebut membayar Rp 500 ribu. ”Ada juga tamu yang minta nambah mainnya. Dia pun juga harus nambah bayarnya. Tergantung kesepakatan bersama,” sebutnya.

Saat ditanya kapan berhenti dari pekerjaan ini, Mawar mengaku akan berhenti jika ada lelaki yang serius mau menerima apa adanya dan tidak memandang masa lalu sebagai sebuah hambatan untuk berkomitmen dan menikahi dirinya.”Tidak selamanya aku ingin seperti ini, aku juga berharap ada seseorang yang menerima ku apa adanya,” tutupnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar