Sekretaris MA Kembali Dicecar KPK

431
Pesona Indonesia
Sekretaris MA Nurhadi. Foto: jawapos
Sekretaris MA Nurhadi. Foto: jawapos

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dalam kasus dugaan suap terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ini kali kedua Nurhadi diperiksa sebagai saksi untuk perkara yang menjerat Panitera/Sekretaris PN Jakpus Edy Nasution.

“Iya, benar, Nurhadi diperiksa untuk tersangka DAS hari ini. Ini  lanjutan pemeriksaan sebelumnya,” ujar Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Senin (30/5/2016).

Baca juga:
> Usai Tangkap Mantan Panitera Kejari Batam, KPK Kejar Bukti Keterlibatan Korporasi Besar
> Panitera yang Terjaring OTT KPK Pernah Kerja di PN Batam
> Panitera PN Jakarta Pusat Terjaring OTT KPK

Yuyuk mengatakan, Nurhadi telah  memasuki gedung KPK sejak pukul 7.30 WIB.

Sebelumnya, KPK meminta  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)  menelusuri transaksi keuangan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.

Ketua PPATK M Yusuf mengatakan permintaan tersebut telah dipenuhi dan pihaknya telah mengirimkan hasil temuannya ke komisi antirasuah.

“Iya, ada permintaan dari KPK dan kita sudah penuhi,” kata Yusuf di Jakarta, Sabtu (28/5/2016).

Namun, Yusuf enggan membeberkan hasil temuan mengenai transaksi keuangan Nurhadi tersebut. Menurut dia, hal itu sudah menjadi kewenangan KPK.

KPK mulai mengendus dugaan keterlibatan Nurhadi tak lama setelah menangkap Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada April lalu.

Edy ditangkap usai menerima suap sebesar Rp 50 juta dari swasta perantara suap Dody Ariyanto Supeno terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara perdata Lippo Group.

Setelah itu, KPK mencegah Nurhadi ke luar negeri untuk enam bulan ke depan. ‎‎Selain itu, KPK juga menggeledah rumah mewah Nurhadi di Jalan Hang Lekir Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Dari situ, KPK menyita uang sebesar Rp 1,7 miliar.

Bahkan, KPK menduga uang-uang tersebut ada kaitannya dengan perkara yang ditangani Nurhadi selaku sekretaris MA. (put/jpg)

Respon Anda?

komentar