Hutan Gundul, Pengrajin Kian Sulit Dapatkan Rotan

919
Pesona Indonesia
Mencari rotan.
ilustrasi mencari rotan.

batampos.co.id – Pengrajin rotan Desa Setengar, Kecamatan Bunguran Selatan Natuna, terus mengeluhkan produksi rotan yang semakin langka.

Pengrajin rotan di Setengar, bisa memproduksi berbagai hasil kerajinan yang bernilai ekonomi. Bahkan saat ini banyak diminati masyarakat.

“Rotan sudah semakin sulit, itu akibat pengambilan jumlah besar, dan jual ke luar Natuna,” kata Ani salah seroang pengrajin rotan di Setengar, kemarin.

Promosi kerajinan rotan sebut Ani, sudah maksimal. Hasil kerajinan berupa bakul nasi, kursi, lemari hingga tas banyak diminati kalangam luar daerah hingga luar negeri, salah satunya Malaysia.

Saat ini, mayoritas ibu rumah tangga di Desa Setengar adalah pengrajin rotan. Hanya saja yang menjadi kendalanya selama beberapa tahun terakhir, keberadaan rotan di hutan sudah mulai susah didapat.

Ani mengaku untuk mendapatkan rotan ia mesti jalan berkilo-kilo meter naik turun gunung dan masuk hutan. Untuk mendapatkan bahan baku rotan yang layak.

Sebelumnya kata Ani, pengrajin rotan tidak sulit mendapatkan rotan di pinggiran hutan. Tapi sekarang sudah sebaliknya. Hutan sudah banyak gundul.

“Hutan sudah pada gundul, rotan menjadi imbasnya,” ujar ibu tiga anak ini.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar