Karimun Dapat DAK Rp 176 Miliar, Digunakan untuk Perbaikan Jalan

1779
Jalan Poros Karimun yang akan diperbaiki dengan menggunakan dana alokasi khusus. foto:tri haryono/batampos
Jalan Poros Karimun yang akan diperbaiki dengan menggunakan dana alokasi khusus. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Daerah kabupaten Karimun, tahun 2016 ini mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp176 Miliar. DAK tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Dengan rincian Rp 108 miliar pembangunan infrastruktur dan Rp 68 miliar non fisik.

“Benar, Rp176 miliar kita dapat DAK. Walaupun tidak banyak, harus bersyukur dan bulan Juni sudah akan dilakukan pelelangan pekerjaan di masing-masing dinas,” kata Bupati Karimun, H Aunur Rafiq di Tanjungbalai Karimun, beberapa waktu lalu.

Sebanyak Rp108 miliar dana tersebut telah masuk dalam pos anggaran di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti di Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang cukup besar menyerap anggaran. Kemudian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan sebagainya. Sementara, anggaran fisik yang ada di PU dapat di kategorikan DAK akremasi, DAK infrastruktur dan DAK reguler yang tersebar di dinas-dinas.

”Kita juga tetap mengupayakan penambahan DAK di APBN-Perubahan 2016 ini,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas PU Karimun, Abu Bakar membenarkan bahwa di dinasnya paling besar penerimaan DAK tahun 2016. Dan telah diprioritaskan, bahwa jalan Poros atau Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Sudirman akan dilakukan peremajaan jalan sepanjang 4 kilometer. Artinya, jalan tersebut akan dilakukan pengaspalan secara hotmit dua arah mulai dari depan RSUD Karimun hingga depan kantor Bupati Karimun.

Selain itu, ada pembangunan air bersih termasuk di Pulau Buru dan Moro. Sedangkan, di Pulau Kundur akan diusulkan pada tahun 2017 mendatang untuk mendapatkan DAK. Kemudian, ada jalan yang dilakukan hotmix seperti jalan alur jongkong, jalan pasar Bukit Tembak Meral dan sebagainya.

”Kalau diikuti sih, banyak yang perlu dibangun. Dikarenakan, kita lagi defisit ya diprioritaskan dululah dengan dana yang ada,” katanya.

Pantauan dilapangan, di sepanjang jalan poros yang sudah dibangun sekitar 13 tahun silam hingga saat ini tidak ada perawatan dan perbaikan. Hanya, ada tambah sulam di beberapa titik saja. Sementara, akses jalan poros sekarang sudah sangat tinggi bagi pengguna kendaraan roda dua maupun empat untuk menuju tempat industri galangan kapal yang terletak di Kecamatan Meral, Meral Barat.

”Kalau bisa jalan poros itu dibikin seindah mungkinlah. Istilahnya beauty road, median jalan kanan dan kiri dibuat pejalan kaki,” harap Siti salah seorang warga ketika melintasi jalan poros tersebut.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar