Kejahatan Marak, Polisi Ancam Pelaku Tembak di Tempat

790
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Maraknya aksi kelompok geng motor kriminal, jambret dan pelaku begal yang terjadi belakangan ini, membuat polisi geram. Untuk mencegah jatuh korban lagi, polisi meningkatkan pengawasan dan patroli ke lokasi-lokasi yang rawan baik di jalan raya maupun di pemukiman warga.

Polisi bahkan diizinkan untuk menembak di tempat jika mendapati pelaku kejahatan jalanan itu sedang melakukan aksi kejahatan dan mengancam keselamatan orang lain.

Kepolisian Sektor Batuaji misalkan, saat ini sedang meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah hukum polsek Batuaji. “Anggota patroli, kami maksimalkan ke tempat-tempat yang dianggap rawan baik di jalan raya maupun di pemukiman warga,” kata Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu M Said, kemarin (31/5).

Begitu juga dengan tim intel dan buru sergap diterjunkan dengan pakaian sipil dan dilengkapi senjata api. Anggota yang diterjunkan ke lapangan diperbolehkan untuk tembak di tempat jika mendapati pelaku kejahatan sedang melakukan aksi kejahatan dan mengancam keselamatan warga atau petugas kepolisian.

“Itu instruksi dari Kapolres. Kalau tertangkap basah melakukan tindakan kejahatan dan mengancam nyawa petugas ataupun warga, anggota (polisi, red) boleh tembak di tempat,” ujar Said.

Di wilayah hukum Batuaji, tim patroli dan anggota lainnya yang diterjunkan memang fokus ke lokasi-lokasi yang rawan seperti di Tanjunguncang, Seitemiang, Marina dan di jalan Raya R Suprapto Batuaji hingga ke bukit Daeng.

“Titik itu kami maksimalkan dengan kekuatan penuh, agar ruang gerak pelaku kejahatan dipersempit. Termasuk di perumahan-perumahan yang rawan aksi kejahatan seperti di sekitaran Genta,” ujar Said.

Sejauh ini diakui Said memang ada beberapa keluhan dan laporan warga terkait dengan aksi kejahatan jalanan itu. Namun polisi belum bertindak maksimal karena laporan yang masuk telat dan minim saksi di lokasi kejadian.

“Untuk itu kami imbau kepada seluruh warga, agar secepatnya melapor jika jadi korban atau melihat aksi kejahatan jalanan itu. Usahakan ingat ciri-ciri pelaku agar memudahkan kami untuk menangkapnya nanti,” kata Said.

Selain itu Said juga mengimbau kepada segenap elemen masyarakat agar lebih waspada lagi. Jika berkendaraan atau bepergian keluar diupayakan tidak terlalu mencolok dengan barang bawaan yang berlebihan serta tidak memberi peluang kepada pelaku kejahatan untuk melakukan kejahatan.

“Kalau mau tinggalkan rumah kosong diupayakan aman rumah kita dan dititipkan ke tetangga agar bisa melihat saat kita berada di luar. Begitu juga saat keluar menggunakan kendaraan jangan memakai perhiasan dan bawa barang berharga yang berlebihan,” imbau Said. (eja)

Respon Anda?

komentar