Kini, Saat Tepat Berinvestasi di Batam

1646
Pesona Indonesia
Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro saat menyampaikan pemaparan.
Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro saat menyampaikan pemaparan.

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Batam/Indonesia terutama bagi investor Singapura, karena banyak kesamaan diantara kedua negara tersebut.

Hal ini disampaikan Darmin pada kesempatan 2nd Singapore – Indonesia Investors Forum di Shangrila Hotel, Singapura, Senin (30/5).

Acara ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura bekerjasama dengan BKPM, Kadin Indonesia, International Enterprise Singapore dan Singapore Business Federation.

Dalam sambutannya Dubes RI, Ngurah Swajaya berharap acara ini dapat memberikan penjelasan terbaru mengenai kebijakan ekonomi terutama dari Kementerian Ekonomi RI, khususnya untuk para pengusaha Singapura. Disampaikan pula bahwa meskipun saat ini perekonomian dunia secara global sedang melemah, tetapi perekonomian Indonesia justru meningkat pada triwulan pertama tahun 2016 ini.

“Walaupun saat ini ekonomi dunia mengalami penurunan, namun perekonomian Indonesia tetap meningkat terutama pada 3 bulan pertama tahun ini.” terang Ngurah Swajaya.

Singapura adalah top investor atau negara dengan investasi paling tinggi di Indonesia. Hubungan Bilateral Indonesia – Ekonomi telah berlangsung cukup lama dan akan semakin erat terutama berkenaan dengan Asean Economic Community.

Terdapat beberapa hal yg menjadi pertimbangan dalam perkembangan di Indonesia diantaranya adalah pertumbuhan yg menurun di Cina, turunnya harga komoditas seperti minyak dan baja sehingga mempengaruhi ketergantungan impor serta meningkatnya bunga bank di Amerika dan turunnya bunga bank di Jepang serta negara-negara Eropa, sehingga keseluruhan hal tersebut dapat menjadi peluang tentu bagi Indonesia dalam meningkatkan investasinya.

Dalam kesempatan yang sama, sesi diskusi dan tanya jawab yang dipimpin oleh Michael Gautama, Ketua Kadin di Singapura, mengemuka sejumlah pertanyaan diantaranya terkait kebijakan baru di Batam dari Dewan Kawasan dan pertanyaan seputar lahan di Batam juga menjadi perhatian para peserta. Tak lupa harapan akan peluang kerjasama investasi mengemuka dari para pelaku bisnis yang ingin mengetahui lebih jauh terkait regulasi dan keuntungan investasi di Batam saat ini.

Darmin Nasution menyampaikan bahwa mengenai pengembangan kebijakan baru di Batam adalah untuk meningkatkan proses investasi dan meluruskan tumpang tindih pemerintahan sehingga Batam dapat bertransformasi dari FTZ (Free Trade Zone) menjadi SEZ (Special Economic Zone) atau Kawasan Ekonomi Khusus.

Sementara, terkait lahan Hatanto Reksodipoetro menjelaskan bahwa saat ini proses audit sedang berlangsung dari BPKP. Adapun proses perijinan dan permohonan lahan baru secara teknis tetap berjalan dan kedepan pelayanan akan diakomodir dalam bentuk sistem berbasis online, yang efisien, cepat dan transparan. Sementara terkait lahan tidur yang nantinya berdasarkan hasil audit terbukti bermasalah, Hatanto menegaskan akan diambil tindakan lebih lanjut sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku.

Pada hari yang sama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama dengan Singapore Economic Development Board juga mengadakan sesi working group‎ untuk membahas mengenai beberapa perkembangan bidang kerjasama antara Indonesia dan Singapura.

Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro ditemani Anggota 3, RC Eko Santoso Budianto dan Anggota 4, Purba Robert M Sianipar.

Setelah mengikuti 2nd singapore – indonesia investors forum, Kepala BP Batam bersama dengan kedua deputinya Eko dan Rebort juga mengikuti Ministrial Meeting of the Six Bilateral Economic Working Groups between Singapore and Indonesia. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Lim Hng Kiang untuk membahas ‎mengenai 6 working group dimana diantaranya adalah mengenai wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK).

Khususnya untuk working group BBK yang dimulai pada bulan Mei 2010 akan fokus untuk mengembangkan 3 sektor utama yaitu manufaktur, consumer electronics and shipbuilding. Sedangkan kedepan akan dibuat joint road map untuk mengembangkan BBK dengan meningkatkan iklim investasi, memfasilitasi investasi baru dan yang telah ada, mengeksplorasi pelayanan investasi dan juga meningkatkan garis besar insentif.

Indonesia dan Singapura juga akan mengadakan beberapa program promosi bersama dengan wilayah BBK. Untuk Batam sendiri, Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya, Purba Robert Sianipar juga memberikan presentasi mengenai perkembangan terbaru di Batam terutama dalam perubahannya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus yg tentunya tidak akan mengurangi insentif yg telah ada di FTZ, sebaliknya akan dilakukan penambahan insentive menjadi lebih menarik lagi bagi Batam.

Kegiatan ini disambut dengan sangat baik oleh pelaku bisnis Singapura. Forum ini juga menjadi media promosi dan sekaligus sosialisasi yang strategis bagi Indonesia, terkhusus bagi Batam dalam rangka meningkatkan peluang investasi.

Respon Anda?

komentar