Membangun Ekonomi Perempuan

420
Pesona Indonesia
Salah satu peserta perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Leni saat mengikuti salah satu rangkaian acara PUSPA2016, Yogyakarta (30/5) kemarin. foto:fara verwey/batampos
Salah satu peserta perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Leni saat mengikuti salah satu rangkaian acara PUSPA2016, Yogyakarta (30/5) kemarin. foto:fara verwey/batampos

batampos.co.id – Diperlukannya partisipasi publik guna menjamin kehidupan yang lebih baik dan lebih layak bagi perempuan dan anak menjadi penting. Lantaran kesadaran mengenai hal ini belum begitu terasa dalam lingkungan hidup sehari-hari, sehingga acapkali masih sering terjadi kekerasan, dalam apa pun bentuknya, pada perempuan dan anak-anak. Ini jadi topik pembicaraan pada hajatan Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) 2016 yang digelar di Yogyakarta, Senin (30/5) kemarin.

Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Agustina Erni mengungkapkan, di antara banyak hal esensial yang bisa segera dilakukan adalah membangun ekonomi di kalangan perempuan. “Karena perempuan Indonesia hari ini 65 persen di antaranya berada pada usia produktif. Ini potensi yang sangat besar,” ungkap Agustina.

Memang bukan serta-merta penguatan ekonomi di kalangan perempuan dapat mengurangi angka kekerasan maupun tindak diskriminasi. Tapi setidakny, sambung Agustina, basis ini bakal memberikan dampak kepercayaaan diri dan kebanggaan yang berpengaruh bagi perempuan.

Karena itu, kondisi ini perlu kerja kerasa bersama dari pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Agustina menilai ada banyak program dan inovasi yang bisa dilakukan. “Besar harapan kami, acara temu nasional ini bisa menjadi ajang saling berbagi ide inovatif demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi perempuan dan anak-anak,” ungkapnya.

Mengingat pula pentingnya hajatan ini, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Daerah Provinsi Kepri tak ketinggalan untuk mengirimkan delegasinya. Selama tiga hari ke depan, perempuan utusan BPPA Kepri ini bakal mendapatkan pembekalan guna meningkatkan dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan lebih layak bagi perempuan dan anak-anak di Kepri. “Kami ingin mereka bisa mendapatkan banyak ide segar dan inovatif yang bisa diterapkan di Kepri,” ungkap Pudji Astuti dari BPPAD Kepri.

Sepantauan Pudji, selama ini di Kepri sebenarnya sudah sangat baik. Namun hanya kurang pada pembekalan sekaligus pembelajarannya saja. Dari tingkat kelurahan atau desa hingga tingkat kecamatan sudah mengupayakan yang paling baik dalam menjamin kehidupan yang baik dan layak bagi perempuan dan anak-anak. “Di sini kan seluruh lembaga yang berkenaan dengan perempuan dan anak hadir. Sehingga diharapkan bisa jadi sarana bertukar ide dan berdiskusi banyak program yang bisa diterapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TP2A) Kepri, Sudirman menjelaskan, ajang temu nasional ini merupakan kegiatan inovatif yang menjadi jembatan pertukaran informasi serta program-program kerja. “Kami perwakilan dari Kepri tentu juga punya banyak program yang mungkin bisa diterapkan di tempat lain. Di sini, kami saling belajar,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar