Miris! Terjerat LGBT, Tiga Murid SMP Jarang Pulang ke Rumah

584
Pesona Indonesia
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

batampos.co.id – Maraknya fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender) telah berhasil dideteksi oleh Pemerintah Kota Tarakan sejak dini. Ironisnya, komunitas ini telah “menjerat” korban yang masih di duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Asissten III Pemerintah Kota Tarakan, H Mariyam, mengatakan pihaknya telah menangani tiga anak kasus LGBT yang masih duduk di bangku SMP. Hal itu diketahui setelah ada ibu yang mengeluhkan anaknya jarang di rumah.

Setelah ditelusuri, ternyata si anak ini mempunyai penyakit psikologis. Yakni penyuka sesama jenis.

“Kami sempat wawancara, dan si anak ini mengatakan tidak mau dipisahkan oleh pasangan sesama jenisnya itu,” jelasnya kepada Kaltara Pos, Senin (31/5).

Lantaran persoalan ini dianggap tidak normal, pihaknya telah bekerja sama dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tarakan untuk menangani permasalahan ini.

Adapun upaya yang dilakukan yakni melakukan rehabilitasi kepada korban agar kembali normal. Selain itu, beberapa korban juga ada yang dikirim ke luar daerah untuk mengikuti terapi psikologis. (jpnn)

Respon Anda?

komentar