Stok Gula dan Beras Kurang, Pemko Batam Surati Jokowi

620
Pesona Indonesia
Pekerja Toko Nelson di Pasar Mitra Raya, Batamcentre mengangkat karung beras untuk disusun. Pemko Batam menyurati Presiden Joko Widodo minta kran impor gula dan beras dibuka khusus Batam. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Pekerja Toko Nelson di Pasar Mitra Raya, Batamcentre mengangkat karung beras untuk disusun. Pemko Batam menyurati Presiden Joko Widodo minta kran impor gula dan beras dibuka khusus Batam. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Surat Wali Kota Batam untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi dikirim ke Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Senin (30/5) sore. Surat itu berisi permohonan izin untuk membuka kran impor khusus Batam. Sebab, Batam selalu kekurangan stok gula dan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengaku baru menyelesaikan surat permohonan izin impor kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, yang mana surat itu nantinya akan dilanjutkan ke Presiden Jokowi.

”Saya baru menyelesaikan coret-coret saya, karena banyak yang saya benahi. Sore ini (kemarin) ditandatangani Wali Kota, langsung kita kirim ke Gubernur,” kata Amsakar di Kantor Wali Kota Batam, kemarin.

Isi surat itu menjelaskan kondisi Batam yang selalu kekurangan stok gula dan beras. Apalagi, satu bulan belakangan, harga gula naik dua kali lipat dibandingkan harga normal. Biasanya masyarakat bisa mendapatkan harga Rp 8 ribu per kilogram (kg), namun sekarang harganya bisa mencapai Rp 17 ribu perkilonya. Hal itu tentunya sangat merugikan dan menyengsarakan masyarakat, khususnya masyarakat menegah ke bawah.

”Sudah diminta gambaran, berapa kebutuhan, berapa kekuranagan. Kita sudah jelaskan juga kondisi Batam seperti apa,” jelas Amsakar.

Menurut dia, apabila kran impor dibuka, secara tak langsung menguntungkan masyarakat Batam karena bisa mendapatkan gula dan beras dengan harga murah. Apalagi, Batam merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga proses impor bisa cepat selesai.

”Kita berharap, surat itu disetujui Presiden. Sehingga tak perlu lagi menunggu kiriman dari luar Batam, dan tentunya harga akan murah,” sebutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, sambil menunggu persetujuan Presiden, pihaknya telah memanggil distributor untuk persiapan jelang Ramadan ini. Meski begitu, ia tidak khawatir akan ada kekurangan bahan pokok di Batam.

”Kita minta ke distributor. Mereka mengambil hanya kebutuhan perminggu. Stok yang banyak tidak ada, namun cukup,” terang Rudi.

Menurut dia, stok yang ada di Batam tidak mencukupi mengingat distributor mendatangkan bahan pokok hanya sekali seminggu. Contohnya, setiap bulan masyarakat Batam mengkonsumsi 800-1.000 ton gula, tapi stok yang tersedia hanya sekitar tiga ribu ton.

”Stok di Batam tak pernah mencukupi. Stok yang ada paling tiga ribuan ton, padahal kebutuhan bisa 10 ribu ton,” tegasnya lagi.

Dikatakannya, Batam yang bukan kota penghasil bahan pokok tentu akan kesulitan saat kebutuhan bahan pokok semakin tinggi seperti jelang Ramadan ini. Tak ada solusi lain selain membuka kran impor khusus untuk beras dan gula ini. ”Kekurangan itu yang kita minta kebijakan impor,” ungkapnya. (she)

Respon Anda?

komentar