Targetkan 2,5 Juta Wisman 2016, Batam-Bintan Geser Bali

1540
Pesona Indonesia
Aksi balapan sepeda Tour de Bintan, tahun 2014 silam. Wabup Dalmasri mengajak semua elemen SKPD turut menyukseskan ajang pariwisata andalan Bintan ini. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.
Tour de Bintan, salah satu kegiatan tahunan yang mendatangkan banyak turis ke Bintan. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengakui iven olahraga bertaraf internasional yang selalu ditaja PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) di Kawasan Wisata Lagoi, Bintan, berperan besar dalam menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara ke dalam negeri.

Bahkan andil besar yang dilakukan perusahaan pengelola pariwisata terpadu ini, berhasil mengantarkan posisi Provinsi Kepri sebagai wilayah pariwisata unggulan pertama bagi Indonesia.

Dari data yang dirangkum Kemenpar, kunjungan wisman ke Provinsi Kepri melalui Kabupaten Bintan dan Kota Batam mengalami kenaikan cukup tinggi setiap tahunnya. Sehingga Kabupaten Bintan dan Kota Batam dinobatkan sebagai mesin penarik pelancong asing terbesar se Indonesia. Ditargetkan, kedua daerah itu akan menyumbang kunjungan wisman sebanyak 2,5 juta orang sepanjang 2016 ini.

“Di Kepri, khususnya Bintan dan Batam menjadi salah satu wilayah yang berani menargetkan kunjungan pelancong asing tertinggi se Indonesia,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar RI, I Gde Pitana, saat mengunjungi ke Kawasan Wisata Lagoi, Senin (30/5/2016).

Dengan gebrakan sebagai wilayah yang berani menargetkan kunjungan wisman tertinggi di Indonesia, secara otomatis, Kabupaten Bintan dan Kota Batam berhasil menggeser posisi Provinsi Bali dan DKI Jakarta yang pernah dinobatkan sebagai penyumbang terbesar kunjungan wisman pada tahun sebelumnya.

Diakuinya, salah satu bukti gebrakan yang dilakukan Bintan yaitu perhelatan iven Bintan Triathlon International yang baru-baru ini ditaja PT BRC bersama Event Organaizer (EO) olahraga bertaraf internasional, Metasport.

Iven tersebut dinilai sukses besar. Sebab selain segala kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar, iven ini juga berhasil menarik peminat olahraga dan para sponsor yang memiliki brand terkenal.

Dari Kemenpar, tahun ini peserta yang mengikuti iven ini mencapai 1.400 orang atau mengalami kenaikan sebesar 30 persen dari tahun sebelumnya. Bahkan dalam iven itu yang hadir tidak hanya pesertanya, tapi juga keluarga dan sponsornya. Sehingga, secara keseluruhan wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Lagoi bisa tembus 3.000 orang.

Kemudian Juni mendatang, PT BRC juga akan menggelar Moon Run yang merupakan iven baru di 2016 ini. Moon Run ini merupakan lomba lari di malam hari di bawah sinar bulan purnama.

Selanjutnya akan dilaksanakan Iron Man 70.3 Bintan pada Agustus mendatang. Iven ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Bintan. Dan terakhir pada November mendatang akan digelar iven baru, Spartan Race 2016.

“Bintan Triathlon Internasional ini hanya salah satu dari agenda wisata olahraga di Bintan. Karena masih banyak lagi yaitu balap sepeda, lari, golf, layar, mancing, dan lainnya. Tapi bayangkan saja jika satu iven yang ditaja berhasil menarik 3.000 wisatawan, dalam hitungan setahun bisa mencapai 1-2 juta wisatawan,” sebutnya.

Wisata olahraga memang menjadi senjata utama PT BRC dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Kawasan Wisata Lagoi. Namun semua itu tak terlepas dengan keuntungan yang dimiliki Bintan, karena kondisi geografis daerah ini memang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

Warga asing yang menetap di negara berlambang singa itu saja mencapai dua juta jiwa. Bahkan hampir tujuh juta warga asing lainnya selalu bertandang ke negeri jiran itu setiap tahunnya. Sebagian dari mereka berasal dari 169 negara yang warganya mendapatkan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) ke Indonesia.

Untuk di Bintan, sambungnya, Kemenpar telah mengesahkan 45 negara sebagai BVK. Bahkan akan ditambah lagi 45 negara lainnya yang akan menjadi daftar BVK selanjutnya. Sehingga ada 90 negara yang akan mengantongi BVK ke Bintan. Kemudian juga berhasil mengubah status Kawasan Wisata Lagoi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

“Bintan juga sudah diberlakukan dengan kebijakan bebas visa. Kami yakin kebijakan ini akan menjadi daya tarik baru untuk meraup kunjungan wisatawan ke Bintan. Apalagi Bintan dapat dicapai dengan kapal feri selama 50 menit dari Singapura dan satu jam dari Malaysia,” ungkapnya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengakui jika wisata olahraga dan keindahan alam Lagoi yang dikelola PT BRC merupakan suatu keunggulan yang dimiliki Kabupaten Bintan. Namun menurutnya, semua itu masih belum cukup, karena untuk mencapai target sebesar 2,5 juta kunjungan pelancong asing di tahun ini dibutuhkan berbagai fasilitas penunjang dan juga inovasi-inovasi baru.

“Kita yakini Bintan bisa saingi Batam. Karena di Bintan semuanya ada walaupun sentuhan dari pemerintah setempatnya sedikit, baik itu perdagangan, jasa, industri, dan pariwisata. Namun yang lebih menjual di Bintan ada pada pariwisatanya, bahkan dengan ini bisa menggeser kedudukan Bali,” akunya.

Mantan Bupati Karimun ini berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan lebih peka dan sensitif dengan kondisi yang saat ini terjadi. Salah satunya menyediakan akses dalam mendukung kunjungan wisatawan mancanegara. Karena kunjungan wisatawan ke Bintan sebagian besar melalui negara tetangga, khususnya dari Singapura menuju pelabuhan Bandar Bintan Telani (BBT), Kawasan Wisata Lagoi.

Padahal, lanjutnya, Bintan mewacanakan akan menarik kunjungan wisatawan mancanegara melalui akses lautnya di Pelabuhan Internasional Berakit dan akses udaranya di Bandara Busung yang bernama Bintan Resort Airport (BRA).

Namun wancana yang digaungkan sejak 2008 lalu tak kunjung terealisasi hingga saat ini. Kemudian juga ia menegaskan agar Pemkab Bintan bisa menyelesaikan masalah krisis kelistrikan dan air. Karena tanpa listrik dan air tak akan ada investor yang mau menanam modalnya di daerah ini bahkan Bintan tidak akan bisa berkembang lebih pesat lagi.

“Kita juga berharap PT BRC terus melahirkan sebuah inovasi baru untuk menarik kunjungan wisatawan. Contohnya, menciptakan wisata religi, wisata kesenian dan budaya serta wisata lainnya,” katanya.

Sementara Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab mengaku sangat optimis bisa memenuhi keinginan pemerintah pusat untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 2,5 juta ke Indonesia. Bahkan PT BRC bisa mengalahkan kedudukan kawasan pariwisata yang ada di Provinsi Bali.

“Kita bisa melebihi angka keinginan pemerintah jika Bandara BRA bisa dioperasikan secepatnya. Karena dengan akses penerbangan inilah angka kunjungan wisman bisa meningkat pesat,” cetusnya.

Komitmen PT BRC jika Bandara BRA ini dioperasikan, lanjutnya, tidak sekedar hanya menarik kunjungan wisatawan melainkan juga akan menarik investor sebanyak-banyaknya untuk berinvestasi di Kawasan Pariwisata Lagoi. Namun PT BRC juga berani menyediakan fasilitas bus antar jemput (shuttle bus) di bandara tersebut. Bus ini nantinya digunakan untuk seluruh wisatawan dalam berkeliling ke semua lokasi wisata yang ada di Bintan maupun Tanjungpinang.

“Kita juga sedang gencar menambah hotel, resort ataupun villa di Lagoi. Targetnya di atas lahan PT BRC akan terbangun 10 ribu kamar penginapan. Dengan tersedianya banyak kamar, bisa menampung para atlet, keluarga atlet, dan sponsornya ketika mengikuti iven maupun wisata yang kita gelar,” katanya. (ary/bp)

Respon Anda?

komentar