Trah Soeharto Masih Bertahan di Golkar

629
Pesona Indonesia
Tommy Soeharto. Foto: istimewa
Tommy Soeharto. Foto: istimewa

batampos.co.id – Selain nama pengurus harian, nama-nama pengurus dewan pembina, dewan pakar, dan dewan kehormatan Partai Golkar juga diumumkan.

Dalam Munaslub Partai Golkar lalu, Aburizal Bakrie telah ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina. Dalam struktur dia akan didampingi Ade Komarudin dan Theo L Sambuaga sebagai wakil ketua wanbin dan Fadel Muhammad sebagai Sekretaris.

Di struktur anggota Dewan Pembina, disebutkan nama mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh masuk di dalamnya. Puteh pernah menjadi terpidana dalam kasus pembelian dua buah helikopter PLC Rostov senilai Rp 12,5 miliar pada 2004. Baru-baru ini, Puteh mendeklarasikan diri untuk maju kembali di Pilgub Aceh 2017.

Ada juga nama Hutomo Mandala Putra. Putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu pernah menjadi terpidana dalam kasus pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita.

Di struktur dewan pakar Partai Golkar, nama mantan ketum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Leksono menjabat sebagai ketua. Agung didampingi nama-nama seperti Ponco Sutowo, Hajriyanto Thohari dan Siti Hediati atau akrab dikenal sebagai Titiek Soeharto.

Terakhir adalah struktur dewan kehormatan Partai Golkar. Mantan Presiden BJ Habibie ditétapkan sebagai ketua dewan kehormatan, didampingi mantan ketua dewan pertimbangan Akbar Tanjung dan Menteri Koordinator Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan sebagai wakil.

Dua anggota dewan kehormatan, adalah Ginanjar Kartasasmita dan Abdul Latief. Terkait posisi Luhut, Idrus menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah dihubungi, namun akan melaporkan posisi dirinya kepada Presiden lebih dahulu. “Jika Presiden tidak berkenan, tentu akan dilakukan penyesuaian,” ujarnya.

Sementara itu, Luhut mengisyaratkan penolakannya untuk menduduki jabatan tersebut. Sebab, posisinya saat ini adalah menteri. Sementara, Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahan melarang para pembantunya untuk merangkap jabatan. Karena itu, dia harus memilih salah satu dari kedua posisi tersebut.

Ditemui di kompleks Istana kepresidenan kemarin(30/5), Luhut mengaku belum tahu kalau namanya masuk ke jajaran Dewan Kehormatan Partai Golkar. Saat ditanya kesediaannya bila dimasukkan, Luhut menjawab singkat. ’’Mestinya sih enggak (mau),’’ ujar mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu.

Meskipun demikian, untuk mendapatkan kejelasan, Luhut mengatakan bakal melaporkan tawaran itu kepada Presiden. Hal itu berkaitan dengan posisinya saat ini sebagai menkopolhukam. ’’Mestinya, eloknya saya tidak menjabat itu (dewan kehormatan),’’ tambahnya.

Mengenai pengurus Golkar yang mantan narapidana, Luhut juga menyatakan belum tahu. ’’Ya saya kira kalau Pak Nurdin kan sudah selesai kasusnya,’’ tambahnya. (bay/byu/jpgrup)

Respon Anda?

komentar