Visa Tak Keluar, Puluhan Ribu JCH Iran Batal Naik Haji Tahun Ini

425
Pesona Indonesia
Jutaan umat Islam dari berbagai negara tawaf di masjidil Haram, Makkah. Foto: Amr Abdallah Dalsh/reuters
Jutaan umat Islam dari berbagai negara tawaf di masjidil Haram, Makkah. Foto: Amr Abdallah Dalsh/reuters

batampos.co.id – Pembicaraan visa jamaah haji asal Iran antara Pemerintah Iran dengan Pemerintah Arab Saudi gagal menemukan kata sepakat. Akibatnya, puluhan ribu calon jamaah haji (JCH) asal Iran tahun 2016 ini idak bisa melaksanakan ibadah haji.

”Setelah negosiasi dua kali tanpa hasil karena hambatan dari pihak Saudi, jemaah Iran tidak akan bisa ambil bagian dalam ibadah haji yang mungkin dilaksanakan September tahun ini,” ujar Menteri Budaya Iran Ali Jannati Ahad (29/5/2016).

Delegasi Iran Jumat lalu (27/5) memutuskan untuk pulang tanpa menandatangani kesepakatan. Mereka mengungkapkan bahwa proses negosiasi sudah memakan waktu lama.

Saat ini waktu yang tersisa sudah tidak cukup bagi Iran untuk menyiapkan segalanya. Iran menyalahkan Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Pihak Iran menganggap kementerian itu sudah menghasut dan mengganggu negosiasi.

Masalah visa tersebut muncul setelah Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran Januari lalu. Awal mula penyebabnya adalah eksekusi pemerintah Saudi terhadap aktivis sekaligus ulama Syiah terkemuka Nimr Al Nimr.

Meski Nimr adalah penduduk Saudi, warga Iran yang mayoritas Syiah tidak terima. Mereka menyerang gedung Kedutaan Besar Arab Saudi di Iran. Saudi pun marah dan akhirnya menarik duta besar serta para diplomatnya dari Iran. Saudi juga menutup kedutaan besarnya di negara tersebut.

Pemerintah Saudi juga tidak mau dikambinghitamkan. Pihak Saudi balik menuding bahwa Iran tidak serius dalam bernegosiasi. Padahal, Saudi sudah menawarkan berbagai kemudahan dan jalan keluar yang sudah disepakati kedua pihak. Yaitu, pengajuan dan pengeluaran visa bisa dilakukan di Kedutaan Besar Swiss yang ada di Iran.

Selama ini, Kedutaan Besar Swiss memang membantu Saudi untuk berurusan dengan Iran setelah hubungan diplomatik kedua negara terputus. Jamaah dari Iran juga bisa menggunakan maskapai asal Teheran.

Saudi menegaskan bahwa Organisasi Haji Iran harus mempertanggungjawabkan kepada Allah dan orang-orang karena tidak bisa menyelenggarakan haji tahun ini. Untuk diketahui, Tahun lalu jemaah haji asal Iran mencapai 64 ribu orang.

Hubungan Iran dan Saudi memang tidak pernah harmonis. Terlebih, tragedi Mina pada penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu menyebabkan ratusan jemaah Iran tewas.

Hingga hari ini, pemerintah Saudi belum merilis secara resmi jumlah pasti korban jiwa dan identitas mereka. Namun, diperkirakan saat itu lebih dari 2 ribu orang meninggal dunia. Sekitar 464 orang di antaranya adalah warga Iran.

Iran juga pernah memboikot haji selama tiga tahun pada 1988–1990. Itu terjadi setelah tragedi bentrokan antara jemaah Iran dan pasukan keamanan Saudi mengakibatkan 400 jemaah asal Teheran tewas. (afp/reuters/wsj/sha/c11/kim/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar