24 IRT Tertular HIV/AIDS dari Suaminya di Bintan

1746
Pesona Indonesia
Ilustrasi penderita HIV/AIDS. Foto: istimewa
Ilustrasi penderita HIV/AIDS. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kepala Klinik Adelweis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban, dr Ade mengatakan ada 137 orang warga Kabupaten Bintan positif menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus atau Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 orang dari kalangan wanita diantaranya 24 orang dari Ibu Rumah Tangga (IRT), Lima orang dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan satunya lagi dari Pekerja Seks Komersil (PSK).

“24 IRT ini tetular HIV/AIDS dari suaminya sendiri. Mungkin tanpa disadari penyakit itu menginfeksi IRT saat melakukan hubungan intim dengan suaminya,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Dari 24 orang IRT yang positif HIV/AIDS ini, lanjutnya, sembilan diantaranya dalam kondisi hamil. Namun sembilan bayi yang telah dilahirkan dari penderita penyakit tersebut semuanya dalam kondisi sehat atau tidak terinfeksi sedikitpun alias negatif.

Mereka yang menderita HIV/AIDS ini telah disarankan untuk melaksanakan kontrol kesehatan secara rutin. Bahkan setiap penderita akan mendapatkan obat ARv yang telah disediakan oleh pemerintah secara gratis.

“Ada tiga pasangan suami istri yang kita sarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko dari penularan penyakit mematikan tersebut,” akunya.

Perawat Klinik Edelweis, Erion menjelaskan bahwa penderita HIV/AIDS ini tertular disebabkan melakukan hubungan seks dengan bergantian pasangan, transfusi darah, dan pemakaian narkoba dengan jarum suntik secara bergantian.

“Penderita penyakit ini harus disupport dan jangan dikucilkan. Karena mereka ingin hidup normal sebagaimana orang lain,” pintanya.

Dihimbaunya, bagi warga Bintan yang merasa berisiko dengan penularan penyakit ini agar memeriksakan diri ke klinik terdekat. Jangan takut, karena kerahasiaan indetitas yang bersangkutan dijamin aman.

“Jika sudah masuk (tahap) stadium baru ketahuan bisa bahaya. Jadi lebih baik memeriksakan diri sedini mungkin. Tenang saja kami jamin kerahasiaannya,” sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, Muhammad Roem mengatakan dari 137 penderita HIV/AIDS hanya 47 yang melakukan kontrol secara rutin. Sedangkan 90 penderita lainnya tidak melakukan kontrol rutin. Dari 90 orang itu tercatat 9 penderita meninggal dunia, 6 penderita rujukan keluar daerah dan 75 penderita lost follow up atau tak ada kabarnya dan juga tak bisa dihubungi.

“Kita sudah menurunkan staf untuk menginventarisir, mengidentifikasi dan memotivasi penderita. Bahkan kita juga melaksanakan pendampingan,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar