Garap Lahan Tanpa Izin Dipenjara 2 Bulan

759
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang memvonis dua terdakwa Asmarahman dan Subur Jati masing-masing dua bulan kurungan penjara di PN Tanjungpinang, Selasa (31/5).

Hakim yang juga Ketua PN Tanjungpinang Jupriyadi SH didampingi dua Anggota Hakim lainnya menjatuhkan hukuman terhadap dua terdakwa karena terbukti melakukan penggarapan lahan PT. Surya Bangun Pratiwi (SBP) tanpa hak dan izin.

Dalam putusannya, majelis hakim Jupriyadi menyatakan, berdasarkan fakta dan pemeriksaan dua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, tanpa hak dan Izin menggarap dan menguasai lahan milik PT.SBP Bintan, sebaimana dakwaan alternatif melanggar pasal 6 ayat 1, UU 51/PRP tahun 1960, tentang Agraria.

“Atas perbuatanya, terdakwa Samarahman dan Subur Jati dijatuhi hukuman selama 2 bulan penjara,” terang Jupriadi.

Hukuman kedua terdakwa lebih ringan 1 bulan dari tuntutan Jaksa Dani Daulai yang sebelumnya menuntut 3 bulan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dani Daulai menjelaskan, kasus penyerobotan lahan milik PT.SBP ini sebelumnya telah 4 tahun mangkrak dalam penyelidikan polisi tahun 2015. Kemudian penyidik Reskrim Polres Bintan kembali melakukan penyidikan dan menetapkan dua tersangka.

“Ini (penyerobotan lahan, red) berawal laporan Satpam PT.SBP Lobam, Parno yang melihat Asmaraman menanam pisang, pohon nangka, pepaya, petai, dan pohon jambu mente di lahan Blok I.5A dan Blok I.5 milik PT SBP di Jalan Busung, Kabupaten Bintan tahun 2010,” ungkapnya.

Sementara itu, Asmaraman mengaku kalau lahan tersebut milik orang tuanya yang sudah digarap sejak tahun 2006. Selanjutnya Asmaraman memberikan kuasa kepada Subur Jati untuk mengurus surat tanah dan hak mengolah lahan untuk lapangan sepak bola pada 15 November 2011. Kemudian Subur Jati meratakan lahan tersebut menggunakan alat berat. (cca/bpos)

Respon Anda?

komentar