Harga Sembako Naik, Disperindag Tak Bisa Intervensi

1690
Pesona Indonesia
ilustrasi.
ilustrasi.

batampos.co.id – Menjelang masuknya Bulan Suci Ramadan, harga-harga kebutuhan bahan pkokok atau sembako mengalami kenaikan. Kenaikan harga Sembako yang paling dirasakan adalah untuk gula pasir yang harganya sudah berkisar Rp15 ribu sampai Rp16 ribu per kg dan Dinas Perdagangan Kabupaten Karimun tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kenaikan harga gula pasir yang dijual di pasaran.

”Memang kita akui bahwa salah satu yang terasa naik haragnya adalah gula pasir. Kita melihat hal ini disebabkan sebelumnya gula yang beredar di pasaran berassal dari rembesan, sehingga bisa dijual dengan Harga Rp10 ribu sampai Rp11 ribu per kg. Tapi, dengan sudah tidak ada lagi rembesan gula pasir dari negeri jiran, maka gula didatangkan dari Pulau Jawa. Sehingga, sudah tentu dari segi ongkos atau biaya saja sudah besar. Makanya, di pasar dijual dengan harga tinggi pula,” ujar Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Diperindag Kabupaten Karimun, M hasbi kepada Batam Pos, Selasa (31/5).

Dengan kenaikan harga ini, katanya, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, Disperindag tidak bisa mengintervensi harga pasaran gula saat ini. Tetapi, hanya bisa memberikan himbauan kepada para pedagang agar tidak terlalu ambil untung dengan cara menaikan harga di luar kewajaran. Karena, tentu saja bisa berdampak kepada tingkat pembelian dari masyarakat.

”Secara umum rata-rata kenaikan harga sembako di pasaran mencapai 15 sampai 20 persen. Dan, kita tidak bisa melakukan intervensi terhadap pedagang untuk menjual murah. Sementara, barang yang dijual oleh pedagang juga mengeluarkan modal. Sehingga, dengan modal yang telah dikeluarkan tentu dalam perdagangan menginginkan keuntungan. Untuk itu, kita tidak bisa menekan langsung harga pasar,” jelasnya.

Namun, lanjut Hasbi, pihaknya sudah berkoordinasi untuk menjual beras medium dengan harga Rp 7.900 per kg. Harga beras ini memang cukup murah dan layak makan dengan persentase patah hanya 15 persen. Penjualannya hanya untuk Pulau Karimun. Sedangkan, untuk di luar pulau pedagang yang ada di pulau tidak sanggunp untuk menjual dengan harga tersebut, karena tidak ada untung. Selain itu, beras tersebut harus diangkut menggunakan kapal dan harus tetap dijual Rp7.900 per kg. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar