Jadikan Natuna Pancang Tamadun Melayu

1574
Pesona Indonesia
CEO Riau Pos Group, Rida K Liamsi mengisi kuliah umum di STAI Natuna. foto:aulia rahman/batampos
CEO Riau Pos Group, Rida K Liamsi mengisi kuliah umum di STAI Natuna. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Pulang kampung, kata pertama dilontarkannya saat mengisi kuliah umum kepada ratusan mahasiswa sekolah tinggi agama islam (STAI) Natuna, di kampus STAI Natuna Senin (30/5) malam kemarin.

Ia adalah Rida K Liamsi, CEO Riau Pos Grup, juga budayawan melayu yang diundang Ketua STAI Natuna Umar Natuna untuk mengisi kuliah umum Temanya tranformasi tamadun melayu sebagai kekuatan etik dan nalar menuju Natuna baru.

“Saya pulang kampung, saya sudah enam kali batal ke Natuna. Tapi kali ini saya bela, batalkan agenda ke Lingga,” ungkapnya mengawali sambutan.

Pada kuliah umum tersebut, ia banyak menceritakan pengalaman keberhasilan mengembangkan perusahaan-perusahaan yang dikelola sebagai pemotivasi mahasiswa. Menurutnya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) diharapkan menjadi pusat keunggulan dan pengembangan budaya melayu di Kepri dan khususnya di Natuna sebagai daerah yang terdepan di perbatasan NKRI.

“Budaya melayu Natuna hampir terputus, STAI Natuna sebagai pusat keunggulan budaya Melayu Riau khususnya di Natuna ini,” kata Rida.

STAI memiliki prospek untuk menjadi lembaga budaya yang diperhitungkan. Mempertahankan martabat Tamaddun Melayu dengan semangat melayu yang kuat. Tamadun melayu adalah segala hasil karya, warisan sejarah dan kebudayaan masyarakat Melayu yang kemudian menjadi roh dan semangat kehidupan masyarakat Melayu dalam mengarungi kehidupan sepanjang zaman.

“Tamaddun melayu adalah salah satu tamaddun terbesar dan sangat berpengaruh di dunia. Masyarakat Melayu saat ini harus mampu menghadapi berbagai tantangan zaman untuk mempertahankan eksistensi dan jati diri,” sebut orang nomor satu di Riau Pos Grup itu.

Tantangan utama saat ini sambung beliau adalah warisan budaya yang membeku, masyarakat pendukung yang miskin, serta kebudayaan yang hanyut dalam pusaran budaya dunia. Warisan budaya membeku karena rumpun Melayu kini tak pernah belajar dari kebesaran masa lampau.

“Tamadun suatu bangsa hanya bisa bertahan dan mejadi besar jika ditopang oleh kekuasaan yang besar baik kekuasaan politik, sosial budaya dan paling utama adalah kekuatan ekonomi. Tanpa didukung oleh 3 hal itu, mustahil melayu ini akan berkembang dan bertahan dimasa akan datang,” sebut beliau.

Untuk mempertahankan dan meneruskan serta mewariskan tradisi tamaddun melayu yang besar ini tegas beliau, rumpun melayu harus menegakan Pancang-pancang kebudayaan. Pancang tersebut bisa di wujudkan melalui tokoh budaya yang krasmatik, berpengaruh, sadar akan tugasnya juga bisa dalam mewujudkan dalam lembaga-lembaga pendidikan dan kebudayaan.

“Pancang melayu bisa diwujudkan melalui STAI, satu satunya sekolah tinggi yang akan menjadi universitas. Tenta mahasiswanya harus menyumbangkan karya besar untuk Natuna kedepannya,” sambungnya.

Dijelaskan beliau, pewaris tamaddun Melayu sekarang ini sangat lemah dalam sumber daya manusia, tidak memiliki dukungan politik, dan miskin secara ekonomi. Serta Lembaga kebudayaan yang tidak mandiri sehingga kehilangan motivasi diri.

Dikatakannya, STAI Natuna harus mampu mengambil bagian dari perjuangan besar menyelamatkan tamaddun dan mempertahankan kebesaran rumpun Melayu. Hanya negeri yang makmur yang dapat meneruskan tradisi mewariskan kebudayaan masa depan negerinya.

“Trnasformasi tamadun melayu adalah sebagai kekuatan etik dan nalar menuju daerah Natuna yang lebih maju. Diharapkan kepada mahsiswa untuk punya histori karekteristik yang kuat dan mapan sebagai penerus tradisi dan kebudayaan melayu di masa depan,” kata Budayawan itu.

Ada tiga hal yang mengubah dunia sambung beliau, yaitu teknologi industri, informasi dan agama. Melayu akan hilang dibumi ini jika tidak ditopang oleh Agama, tanggap informasi dan maju di bidang teknologi dan industri.

“Tamadun suatu bangsa hanya bisa bertahan dan menjadi besar jika ditopang oleh kekuatan yang besar, baik kekuatan politik, budaya sosial maupun ekonomi. Melayu ini akan hilang dibumi jika tak ditopang oleh kekuatan Agama, tanggap informasi serta maju di bidang teknologi dan industri,” tegas beliau.

Natuna memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik sumber kelautan dan perikanan hingga sumber daya alam minyak dan gas. Namun belum dikelola dengan baik dan dimanfaatkan dengan maksimal.

Natuna ibarat duduk diatas harta karun. satu daerah yang kaya, hanya belum dikelola secara maksimal. Menurutnya wilayah geografis Natuna tidak jauh beda dengan Malaysia, daerah kepulauan.

“Natuna bisa belajar kepada Malayasia. Mengembangkan pulau pulau terluar. Poros maritim dunia itu ada di Natuna, yang dikenal dengan jalur sutera, daerah lintasan pelayaran kapal antar negara,” kata Rida K Liamsi.

Ketua STAI Natuna, Umar Natuna mengapresiasi kepada bapak Rida K Liamsi yang telah sudi meluangkan waktu, menyampaikan fikiran dan tenaga untuk menghadiri undangan mengisi ceramah dan dialog bersama mahasiswa.

Umar juga menaruh hormat kepada bapak Rida K Liamsi karena satu-satunya warga dan tokoh Kepri yang mampu memberikan kontribusi positif untuk kemajuan melayu terutama bagi masyarakat Riau dan Kepri bahkan di tingkat nasioanl.

“Beliau sangat disegani, bukan saja di Riau, Kepri bahkan di tingkat Nasional. Beliau ini sosok yang luar biasa. Selain sukses dalam bisnis juga seorang budayawan yang di segani,” kata Umar Natuna.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar