Kecewa IPK Kecil, Mahasiswa UI Akhiri Hidupnya

713
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: fajar/jpg
Ilustrasi. Foto: fajar/jpg

batampos.co.id – Bagi seorang mahasiswa, nilai memang menjadi unsur penting. Bahkan, menghabiskan waktu tahunan belajar untuk menamatkan kuliah dengan harapan bisa meraih nilai bagus agar mudah diterima di pasar kerja.

Namun, jika pada akhirnya indeks prestasi komulatif (IPK) jauh dari apa yang diimpikan, memang menjadi pukulan telak bagi seorang mahasiswa. Bukan lagi kecewa, tapi kesal, marah, bercampur jadi satu.

Baca Juga: Fakta-Fakta yang Menguatkan Mahasiswa UI Ini Bunuh Diri

Jika di Medan seorang mahasiswa menghabisi nyawa dosennya diduga karena diberi nilai tak sesuai harapannya, lain lagi di Jakarta. VB, Seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) memilih tak menyalahkan dosennya, tapi dirinya sendiri.

Sayangnya, dia memilih jalan pintas. Diduga karena nilai IPK-nya rendah, ia memilih mengakhiri hidupnya.

Namun untuk mengungkap penyebab pasti kematian VB, Polisi hingga kini masih menelusuri lebih lanjut.

“Info dari teman-temannya, katanya ada sedikit masalah dengan nilai korban,” ujar Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho di Polresta Depok, Selasa (31/5/2016).

Nilai yang dimaksud, kata Teguh, penurunan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) VB. Korban kecewa karena ekspektasi dia tak tercapai.

“Dari semester empat ke atas, korban dapat IPK di bawah 3. Padahal itu semua masih sementara. Itu keterangan yang kami gali ke teman-temannya di kampus,” terangnya.

Teguh menambahkan, korban juga diketahui jarang bersosialisasi dengan penghuni kos.

Seperti diketahui, VB ditemukan  tewas gantung diri di kosannya di kawasan Unica Jalan Transmisi No 6, Kukusan, Beji, Depok, Selasa (31/5/2016).

Mahasiswa semester delapan Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi (FE) UI itu ditemukan Mariaty, petugas kebersihan kos sekitar pukul 08.30.(raf/c5/ano/JPG) 

Respon Anda?

komentar